Bandar Lampung

Anna Gustina Zainal Dorong Pemerataan Internasionalisasi dan Perbaikan Gedung Unila

Anna Gustina Zainal Dorong Pemerataan Internasionalisasi dan Perbaikan Gedung Unila

Anna Gustina Zainal. | Ridho

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila), Anna Gustina Zainal, menyoroti pentingnya pemerataan program internasionalisasi dan perbaikan infrastruktur kampus.

Hal tersebut disampaikannya dalam pemaparan di Aula Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Jumat (23/10/2026).

Anna menilai, program internasionalisasi seharusnya dapat diakses oleh seluruh mahasiswa Unila. Ia mengapresiasi FEB yang dinilainya telah menjadi pelopor internasionalisasi dan memiliki perkembangan lebih maju dibandingkan fakultas lain.

“FEB adalah yang pertama untuk melakukan internasionalisasi dan sampai saat ini juga harus diakui dan diapresiasi bahwa FEB masih leading dibandingkan dengan fakultas-fakultas yang lain,” ujar Anna.

Berdasarkan pengalamannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Anna menyebut program student mobility dan staff mobility tetap dijalankan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia menjelaskan, mahasiswa dan dosen FISIP masih memperoleh alokasi anggaran untuk mengikuti program mobilitas akademik ke negara tetangga. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan pendanaan di tengah kebijakan efisiensi selama dua tahun terakhir.

Menurut Anna, internasionalisasi tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman hidup dan pertukaran budaya.

Karena itu, ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan apabila memperoleh amanah sebagai Rektor Unila periode 2027–2031.

Selain internasionalisasi, Anna menyoroti kondisi sejumlah gedung di lingkungan Unila yang dinilai belum memadai.

Ia menyebut masih terdapat bangunan yang terbengkalai atau kurang layak digunakan untuk mendukung kegiatan akademik.

“Jadi kepada siapapun nanti yang akan memimpin Unila, kita harapkan tidak ada lagi di Unila ini gedung-gedung yang mangkrak atau gedung-gedung yang tidak layak untuk digunakan,” tegasnya.

Anna menilai, perbaikan infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama yang perlu menjadi perhatian calon pimpinan universitas.

Gedung dan fasilitas yang memadai dinilai penting untuk menunjang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pemaparannya, Anna menekankan bahwa pemerataan kesempatan internasionalisasi dan peningkatan kelayakan infrastruktur perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Unila ke depan. [Ridho Ardi Anda]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda