Lampung Selatan

Anisha Putri Dirikan TPQ Ziyadil Ilmi, Wujud Kepedulian Gen Z Usia 21 Tahun soal Pendidikan Alquran

Anisha Putri Dirikan TPQ Ziyadil Ilmi, Wujud Kepedulian Gen Z Usia 21 Tahun soal Pendidikan Alquran

Anisha Putri. | Delima Kurnia

Wartalampung.id, Lampung Selatan – Anisha Putri, generasi Z asal Lampung Selatan yang saat ini berusia 21 tahun, membuktikan bahwa anak muda juga mampu mengambil peran penting dalam dunia pendidikan agama.

Lulusan Pondok Pesantren Tahkimussunnah Al-Islamy, Metro Punggur ini sukses mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Ziyadil Ilmi di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 9/10/2025.

Gagasan mendirikan TPQ muncul pada September 2024, saat Anisha mengajar sebagai guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Alkhairiyah, Sebalang.

Dari pengalaman itu, ia melihat masih banyak anak-anak di lingkungan sekitar yang belum menguasai dasar membaca Alquran dan memahami hadis. Rasa keprihatinan ini mendorongnya untuk membuka kelas mengaji di rumahnya. Awalnya hanya enam anak yang ikut serta.

Perjalanan TPQ Ziyadil Ilmi tidak instan. Tantangan pertama muncul dari kekhawatiran Anisha akan penerimaan masyarakat setempat.

Sebagai pendatang baru yang baru saja lulus mondok, ia sempat ragu apakah inisiatifnya akan diterima dengan baik. Selain itu, proses pengurusan izin ke berbagai instansi juga menjadi ujian tersendiri bagi gadis muda ini.

“Takutnya orang-orang sekitar belum kenal, saya baru lulus mondok langsung bikin TPQ, jadi sempat khawatir nggak diterima. Proses izin juga cukup melelahkan karena harus ke sana kemari,” kata Anisha kepada wartalampung.id hari ini.

Meskipun begitu, kerja keras Anisha membuahkan hasil. Dukungan masyarakat terus mengalir, dan jumlah santri pun meningkat pesat.

Kini, TPQ Ziyadil Ilmi telah menampung 90 anak, termasuk dari desa tetangga seperti Rangai Tri Tunggal. Kegiatan belajar mengaji dilakukan dua sesi, yakni sore pukul 15.00–17.00 WIB dan malam pukul 18.00–19.30 WIB. TPQ ini juga didukung oleh empat pengajar yang ikut mengajar setiap hari.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari Iqra, Alquran  buku doa, hadis, papan tulis, tempat wudu, kamar mandi, kipas angin, hingga 50 buku bacaan islami untuk anak-anak.

TPQ Ziyadil Ilmi resmi mengantongi izin operasional dari Kementerian Agama yang menandai langkah penting dalam legalitas dan pengembangan lembaga ini.

Anisha berharap kehadiran TPQ Ziyadil Ilmi dapat menjadi tempat belajar Alquran yang nyaman dan bermanfaat bagi anak-anak, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Harapan saya, masyarakat bisa terus mendukung kegiatan TPQ ini dan bersama-sama membangun lingkungan yang cinta Alquran,” tutupnya. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda