Berita Foto Bisnis

Andi Yoswandi Warga Karang Sari Lampung Selatan Sukses Budi Daya Lele

Andi Yoswandi Warga Karang Sari Lampung Selatan Sukses Budi Daya Lele

Usaha lele Andi Yoswandi. | Renaldi

Usaha lele Andi Yoswandi. | Renaldi

Wartalampung.id, Lampung Selatan – Modal tak harus menjadi persoalan utama bagi pelaku usaha yang ingin mulai berbisnis.

Bahkan hanya dengan modal yang minim, seseorang bisa sukses asalkan ada tekad dan alasan yang kuat saat akan menjalankan usaha.

Ini pula yang dialami oleh Andi Yoswandi, pertenak lele yang berbagi kisahnya dalam wawancara bersama WartaLampung.id, Senin (12/10/2021).

Pria kelahiran 1989 ini mengaku pertama kali berkesempatan mengenal dan berinteraksi langsung dengan dunia perikanan saat dirinya mengalami kesulitan di tengah pandemi.

Kala itu Andi disarankan untuk menggarap budidaya lele. Usai kesulitan untuk mencari pekerjaan, Andi secara serius mengembangkan bisnis budidaya lele dengan modal kolam lele berukuran 5×10 meter dan mengandalkan tabungan pribadi untuk modal ternaknya.

“Saya mulai secara otodidak dengan modal yang tidak besar,” ujarnya.

Ternyata bisnis ternak lele yang dijalankan terkendala mahalnya biaya pakan ikan. Dari situ dia justru tidak patah semangat iya memulai dan yakin terhadap bisnisnya.

Berani mencoba alias tidak takut gagal juga adalah prinsip yang mengantarkan Andi Yoswandi sukses menjadi pengusaha lele Desa Karang Sari Lampung Selatan. Dengan modal terbilang mini.

Pria kelahiran Lubuk Rukam ini memang doyan berbisnis sejak masih remaja. Ketika duduk di bangku SMP di Lampung, ia kerap membantu orang tuanya berjualan kelapa dan beras.

Lalu, sejak SMA, dia memberanikan diri membuka bisnis sendiri. Mulai dari berjualan sepatu, kuliner, hingga menjadi sopir truk, dilakoninya.

Andi Yoswandi kini terus berkembang, tak hanya menyediakan ternak lele iya juga ingin budidaya lele dan nila untuk membantu Keluarganya di saat pandemi ini.

Selain itu, juga tengah fokus untuk membantu teman-temannya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, guna meningkatkan kualitas ikan di desanya.

“Saya tidak sendiri lagi, rekan rekan yang lain pada ingin ikut dan warga sekitar juga pada ingin belajar jadi saya ikut senang dengan ke inginan mereka,” tutup Andi Yoswandi.
[Renaldi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda