Demo Aliansi Mahasiswa Lampung. | Ridho Ardi Anda
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Lampung di kawasan Pemerintah Provinsi Lampung pada Senin (15/6) sempat memanas.
Setelah menyampaikan berbagai tuntutan sejak siang hari, massa aksi melakukan pembakaran ban pada pukul 13.05 WIB di dekat pintu gerbang DPRD Lampung sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang mereka soroti.
Asap hitam dari ban yang dibakar terlihat membumbung tinggi di area gerbang masuk kompleks pemerintahan.
Di tengah aksi tersebut, mahasiswa terus menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando sambil menyerukan enam poin tuntutan yang telah dibawa dalam demonstrasi.
Massa kemudian bergerak menuju depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.
Sejumlah mahasiswa berupaya memasuki gedung untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada para wakil rakyat.
Namun, upaya tersebut mendapat penghalangan dari aparat kepolisian yang berjaga dan membentuk barikade di pintu masuk gedung.
Aksi dorong mahasiswa dan aparat kepolisian pun tidak terhindarkan. Massa yang terus mendesak masuk ke area gedung DPRD berhadapan dengan barisan polisi yang berusaha menahan laju peserta aksi.
Ketegangan berlangsung selama beberapa menit dengan disertai seruan dari mahasiswa agar anggota DPRD menemui massa aksi.
Kepolisian mengerahkan dua unit mobil water cannon ke depan Gedung DPRD Provinsi Lampung. Kehadiran kendaraan taktis tersebut menambah ketat pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Meski sempat terjadi ketegangan, komunikasi antara koordinator lapangan dan aparat keamanan terus dilakukan guna mencegah bentrokan.
Hingga aksi berlangsung pada sore hari, massa mahasiswa masih bertahan di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung sambil menunggu respons dari pihak legislatif maupun pemerintah daerah terkait tuntutan yang mereka sampaikan.
Jangan lewatkan informasi dan perkembangan terkini seputar Lampung. Ikuti berita selengkapnya hanya di Wartalampung.id. [Ridho Ardi Anda]

Tinggalkan Komentar Anda