Saifullah (berpeci hitam) mengalami kebutaan selama dua tahun, dia berharap bantuan Pemkab Tanggamus | Zairi

Wartalampung.id, Tanggamus – Saifulloh (50) warga prasejahtera Pekon Tanjungsiom, Kecamatan Limau, Tanggamus, mengalami kebutaan selama dua tahun terakhir. Ia membutuhkan bantuan dermawan untuk mengobati penyakitnya itu.
Kepada Wartalampung.id, Saifulloh menuturkan, awalnya ia merasakan sakit kepala luar biasa selama berhari-hari. Setelah itu, penglihatannya menjadi kabur.
Tatkala melihat cahaya terang, ia seperti mendapati lingkaran pelangi. Kejadian itu berlanjut sampai dirinya tidak bisa melihat sama sekali, seperti saat ini.
Lantaran keterbatasan biaya, Saifulloh hanya sering melakukan pengobatan aternatif. Bulan November lalu, dia memeriksakan matanya ke Puskesmas Antarbrak, Limau. Saifulloh divonis menderita Glukoma, yang menyebabkan matanya tidak bisa melihat atau mengalami kebutaan.
“Saya bukannya tidak mau berobat ke dokter atau rumah sakit, jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan sehari-hari aja kadang kami kesulitan,” Kata Saifulloh.
Buruh tani harian lepas itu mengaku punya kartu BPJS Kesehatan, tapi ia kurang paham cara menggunakannya. Saifulloh juga tak tahu apakah BPJS bisa menanggung biaya pengobatan sepenuhnya.
Untuk itu, dia berharap ada dermawan ataupun pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus, yang sudi membantu pengobatan matanya.
Jurnalis wartalampung.id mencoba menghungi Penjabat Kepala Pekon Tanjungsiom Facruddin di nomor 085379677xxx, namun sayangnya nomor tidak aktif. Sampai berita ini diterbitkan belum ada tangapan resmi dari Pj Kakon tersebut. [Zairi]
