Bank sampah emak.id.| Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Agus Solihin dan Ahmad Khairudin Syam menginisiasi bank sampah Emak.Id. Keduanya tertantang untuk meminimalkan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Bakung. Keduanya prihatin dengan sampah rumah tangga yang masuk ke Bakung yang seharinya mencapai 1.000 ton.
Agus Solihin mengatakan, mereka kemudian membidik tiga kecamatan di Bandar Lampung dan emak-emak di wilayah itu. Tiga kecamatan itu adalah Rajabasa, Kemiling, dan Langkapura. Agus menambahkan, target tahun ni untuk seluruh Bandar Lampung tercakup semua dengan target nasabah sebanyak 1.000 orang.
“Seribu nasabah ini kami targetkan tahun ini tercapai,” kata Agus Solihin.
Founder lainnya, Ahmad Khairudin Syam menambahkan sasaran kepada emak-emak karena dinilai yang paling peduli dengan urusan sampah.
“Sejauh ini, sudah 250 kaum ibu yang bergabung dan sejauh ini progresnya bagus,” katanya
Konsep bank sampah ini adalah menabung limbah rumah tangga. Bentuk sampah yang dikumpulkan anara lain kertas koran, kertas HVS, kardus, dan karton. Pihaknya juga menerima jenis sampah logam seperti kaleng dan alumunium dan yang paling utama adalah plastik.
“Program ke depan tak hanya bank sampah. Pihaknya juga ingin menjabarkan program lain seperti pelatihan untuk usaha mikro kecil dan menengah,” tambah Syam.
Bank sampah emak.id juga ingin mengelola sampah basah. Sebab, sampah organik ini bisa diubah menjadi kompos yang juga punya nilai ekonomi. [Widya]
