Rusli Ismail, paling kanan, dengan jersey keren milik alumni Smanda angkatan 1997. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Smanda Run 2025 kemarin sudah berakhir. Namun, masih ada saja cerita menarik dari ajang yang merupakan bagian rangkaian panjang semarak HUT ke-60 SMAN 2 Bandar Lampung ini.
Kemarin, hanya ada dua jenis jersey yang beredar di kompleks Pemprov Lampung sebagai ajang kegiatan. Ribuan pelari mengenakan kaus berwaran biru dongker keren yang sudah dipersiapkan panitia.
Ada pula beberapa puluh orang yang mengenakan jersey dengan warna lebih menyala varias warna biru, biru dongker, merah, dan pink. Mereka yang mengenakan kaus ini adalah panitia. Jadi, jumlahnya kalah banyak dibanding peserta yang mengenakan jersey biru dongker.
Namun, tetap saja ada yang unik. Dari sekian ribu peserta, hanya ada satu peserta yang lebih bangga mengenakan jersey angkatannya. Dia adalah Rusli Ismail. Lulusan Smanda angkatan 1997.
Rusli lebih memilih jersey angkatan yang sempat viral sewaktu dikenakan angkatan ini pada reuni akbar di sekolah pada 2 Agustus 2025 yang lalu.
Rusli berlari mengenakan jersey yang coraknya beragam dan menonjolkan beberapa kekhasan Lampung ini.
Kerennya, Rusli memang memilih jari dengan jarak 10 km. Pria yang menghabiskan masa kecil di bilangan Kedamaian ini memang terbiasa ikut kompetisi lari.
Walhasil, durasi berlarinya pun relatif lebih cepat ketimbang yang lain. Usai lari, ia bergabung dengan beberapa peserta dari Smanda 1997.
Jika merujuk daftar yang diterima dari panitia, sekitar 14 orang alumnus angkatan ini yang ikut serta.
Mereka di antaranya Andre Al Rendra, Ervan Kurniawan, Rusli Ismail, Ade Sandra Dewi, Budi Sandra Mutiara, Hani Yunita, Fitria Sari Putri, Ketty Trisanti, Liana Kesumawati, Joice Hendrayati, Ina Rizana, Yetty Munira, dan Indah Martiani Sumaputri.
Rusli sendiri semasa di Smanda aktif di Rohani Islam dan OSIS. Ia tercatat didapuk sebagai ketua umum Rohis dan ketua Bidang Ketakwaaan terhadap Tuhan Yang Mana Esa OSIS Smanda.
Lulus dari Smanda, Rusli diterima kuliah di STAN. Kini ia meniti karier sebagai abdi negara di salah satu kantor Kementerian Keuangan di Lampung Utara. []

Tinggalkan Komentar Anda