Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Ada RSP YBM PLN-IZI Lampung, Nikmah Pasien Tak Mampu Penderita Kanker Nasofaring Tak Lagi Bingung Kala Berobat Jalan

Ada RSP YBM PLN-IZI Lampung, Nikmah Pasien Tak Mampu Penderita Kanker Nasofaring Tak Lagi Bingung Kala Berobat Jalan

Iyan dan Nikmah. | Dokumentasi

Iyan dan Nikmah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nikmatul Azizah atau yang biasa disapa Nikmah, adalah salah seorang pasien penghuni Rumah Singgah Pasien Yayasan Baitul Mal (RSP YBM) PLN- IZI Lampung.

Usianya masih cukup muda, 26 tahun. Ibu dari dua anak ini didiagnosis terkena kanker nasofaring yang mengakibatkan mata sebelah kirinya memerah dan sedikit keluar.

Awalnya saat mengandung anak kedua, ia sering mengeluhkan sakit kepala yang hebat dan badan juga turut menjadi lemas.

Saat  Nikmah mengandung tujuh bulan, bersama suami, ia berkonsultasi ke RS Mitra Husada Pringsewu.

Hasil pemeriksaannya ternyata ia didiagnosis terkena kanker nasofaring dan disarankan untuk dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.

“Kami kaget mendengar itu. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Apalagi saat itu istri saya juga sedang mengandung anak kedua,” kata Iyan, suami.

“Tapi mau bagaimana lagi. Kami harus menerimanya dan berusaha untuk tetap berobat ke Bandar Lampung demi kesembuhan istri saya,” yambah Iyan.

Sepanjang proses berobat jalan di Bandar Lampung sungguh terasa berat bagi Nikmah karena cukup banyak menguras kantongnya.

Ia harus menyewa satu mobil untuk mengangkutnya pulang pergi dari Pringsewu ke Bandar Lampung. Sementara Nikmah hanya seorang IRT biasa dan Iyan hanyalah seorang buruh harian di toko milik saudaranya.

Melihat kondisi Nikmah yang sedang mengandung, dokter menyarankan Nikmah baru akan menjalani tindakan pada kankernya setelah bayinya lahir dahulu.

“Alhamdulillah bayi kami lahir dengan selamat,” ujar Iyan.

Selama menunggu kelahiran bayinya tersebut, ternyata kankernya semakin parah. Setelah melahirkan, kanker nasofaringnya didiagnosis telah menginjak stadium 4.

Karenanya, ia akan menjalani pengobatan berupa terapi sinar (radioterapi) sebanyak 33 kali di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Melihat kondisi fisik Nikmah yang semakin lemah dan juga berasal dari keluarga tidak mampu, perawat di Ruang Radioterapi  menginfokan kepada pihak RSP agar Nikmah bisa direkomendasikan untuk tinggal di RSP YBM PLN-IZI Lampung.

Kini Nikmah bersama suami singgah di RSP YBM PLN-IZI Lampung untuk menjalani radioterapi. Namun, ia terpaksa harus meninggalkan bayinya untuk berpisah sementara waktu selama pengobatan.

Sementara sang bayi diasuh oleh adiknya yang kebetulan juga memiliki bayi.

“Kami pasti kebingungan kalau tidak ada RSP ini karena tidak punya sanak keluarga di sini dan rumah kami jauh. Kami hanya bisa berdoa, tidak bisa membalas apa pun. Semoga semua pengurus selalu sehat. dan bahagia. Donaturnya semoga dimudahkan rezekinya, semakin jaya usahanya dan sukses selalu,” ucap Iyan. [Fahri Galang Reinaldi, IZI Lampung]

 

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda