Berita Foto Nusantara

ACT Luncurkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional

ACT Luncurkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional

Ahyudin. | Dokumentasi

Ahyudin. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) yang diharapkan ke depan akan menjadi solusi ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia.

Peluncuran GSPN ini dilakukan di Wakaf Distribution Centre (WDC), Gunung Putri, Bogor, Selasa (23/2/2021). Dilakukan secara tatap muka dengan peserta terbatas dan dilakukan online menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan live streaming di Youtube Aksi Cepat Tanggap, Instagram @actforhumanity dan Live Facebook Aksi Cepat Ta

Presiden Global Islamic Philantropy Ahyudin yang juga Ketua Dewan Pembina ACT mengajak semua berlomba mencintai negeri Indonesia yang subur ini agar dikelola dengan sebaik-baiknya dengan karya nyata yang meneguhkan dan mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sedekah itu merupakan instrumen langit yang sangat luar biasa yang meyakinkan kami untuk menjadikan sedekah sebagai solusi didalam kehidupan sehari-hari. Jika ada obat yang akan ampuh untuk semua penyakit, termasuk penyakit peradaban bangsa, maka itu jawabnya adalah sedekah,” tegas Ahyudin.

Menurut Ahyudin, sedekah selama ini paradigma diidentikan berupa kinclingan dan recehan dengan pemberian alakadarnya, padahal sebenarnya sedekah adalah modal membangun peradaban.

“Maka izinkanlah kami dari ACT seperti pada hari ini (Gerakan Sedekah Pangan Nasional) membantu dengan seintens mungkin.Maka hari ini, kami hadirkan gerakan sedekah pangan nasional. Di cabang-cabang di daerah nanti akan ada gerakan sedekah pangan Banten, gerakan sedekah pangan Cirebon, dan lainnya,” tutur Ahyudin.

Selanjutnya, Presiden ACT, Ibnu Hajar menggugah hati semua orang untuk ikut turut serta dalam gerakan sedekah pangan nasional sesuai kemampuannya masing-masing.

Dia mengutip Alquran Surat  Al Maun yang menyatakan pendusta agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, dan mereka yang tidak menganjurkan atau mengerakkan untuk memberi makan kepada orang-orang miskin.

“Bergetar hati kita saat disebutkan ini, kita sudah bersyahadat, sudah salat, tapi masih disebut pendusta. Siapakah pendusta agama? Yaitu orang yang tidak jujur di hatinya ada iman. Sebab, jika di hatinya ada iman, jujur pada hatinya, maka dia akan tergerak bangkit untuk bersedekah,” tegas Ibnu Hajar.

Menurut dia, gerakan sedekah pagan ini akan digaungkan ke seluruh penjuru untuk menggugah iman, kepedulian dan nurani semua orang.

“Walaupun sedikit, dia akan berbagai dengan yang sedikit yang dia punya. Ini akan menggerakkan orang-orang yang tergugah nuraninya, menangis hatinya saat melihat orang-orang yang lapar,” ujar Ibnu Hajar.

Dia juga mengintruksikan kepada 100 Cabang ACT untuk menyiapkan gudang di masing-masing cabang, jangan sampai distribusi pangan terhambat karena kurangnya koordinasi.

“Kita akan distribusikan di semua provinsi dan semua kantor cabang ACT, operasionalnya 24 jam, kita siagakan beras, air minum, dan relawan humanity bikers untuk mendistibusikan sedekah pangan ini, tengah malam kalau ada yang butuh, langsung dianter, kaena lapar tidak bisa menunggu besok pagi,” ujarnya.

Saat ini, 25 Food Truck akan bergerak mendistribusikan makanan siap santap kepada penerima manfaat,dimana satu Food Truck melayani 1 juta penerima.

Usai peluncuran GSPN dan melepaskan 16 Food Truck, pimpinan ACT, GIP, GWF bersama tamu undangan dan relawan melakukan kunjungan ke gudang-gudang Global Wakaf. Beras dan air minum yang teradapat di gudang Global Wakaf tersebut didrop atau dibeli dari para petani dan siap didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia.

Dalam kesempatan sama juga melaksanakan Pendistribusikan 100.000 ton beras wakaf dan 1 juta karton air minum wakaf yang dibawa oleh 16 armada Global Wakaf ACT..

Presiden Global Wakaf Foundation, Imam Akbari menjelaskan bahwa wakaf adalah titah Ilahiah yang luarbiasa sebagai salah satu kunci kejayaan Islam sejak zaman Rasulullah hingga zaman sahabat.

“Namun, saat ini wakaf belum digerakkan secara nasional untuk mengerakkan ekonomi produktif. Wakaf adalah kunci kejayaan ekonomi produktif, ini harus kita bangun bersama-sama,” ujar Imam.

Sedangkan, pangan, lanjut Imam, adalah kebutuhan dasar bagi semua manusia. Apalagi di masa pandemi Covid-19, dan banyaknya musibah bencana alam mulai dari gempa, letusan gunung berapi, dan banjir di berbagai daerah Indonesia.

“Kondisi ini menyebabkan ekonomi Indonesia semakin terpuruk, menyebabkan kelangkaan pangan, dalam arti tidak semua masyarakat bisa mengakses pangan. Ini menyebabkan Indonesia berada diurutan ke 60 Food Sustaninability Index dari 67 negara di dunia. Jauh dari Afrika sekalipun. Ini menjadi momentum kita untuk bangkit dengan wakaf adalah solusinya,” kata Imam. [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda