Abdul Hakim melaksanakan kunjungan ke daerah pilih ke Desa Sukoharjo 2 , Pringsewu, Kamis, 18 Maret 2021. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Hakim melaksanakan kunjungan ke daerah pilih ke Desa Sukoharjo 2 , Pringsewu, Kamis, 18 Maret 2021. Ia bersama dengan Yayasan Desa Emas dan PULT Dinkop dan UMKM Lampung. Hal ini dilakukan dalam rangka menjalankan amanah sebagai penyambung lidah rakyat dan mendengarkan keluhan dari konstituen.
Abdul Hakim mengatakan, tentu ada perubahan dari dana desa. Upaya dan kerja keras melalui berbagai program negara berkaitan dgn pandemi berdampak pada perubahan postur dana desa.
Dunia usaha juga banyak yang menutup usahanya. Dana desa yang semestinya untuk mendorong dan menstimulus pembangunan desa. Sebab itu, kata Abdul Hakim, ada sebagian dana desa digunakan untuk mengatasi dampak pandemi covid-19 di kalangan masyarakat. Pemerintah fokus kepada penanganan 3 hal yakni dampak kesehatan, dampak ekonomi dan dampak sosial.
“Komite IV bertugas di bidang perbankan, perimbangan keuangan pusat dan daerah, dan lain-lain. Kehadiran kami hari ini bersama dengan mitra kami dari PLUT Kementerian UMKM dan Koperasi. Hadir pula Waskito Yusika sebagai narasumber dari GDE yang juga Kades Wonomarto di Lampung Utara,” ujar Abdul Hakim.
Senada dengan itu perwakilan PLUT Dinkop dan UMKM Provinsi Lampung Somi Awan, Pemerintah menyalurkan dana bantuan untuk UMKM termasuk koperasi. Koperasi bisa menghimpun warga yang punya usaha untuk mendapatkan bantuan akses dari pemerintah.
Tahun ini, kata dia, LPDB menggulirkan dana Rp2 triliun melalui pembiayaan konvensional dengan bunga 3 persen per tahun plus biaya administrasi.
Menurut dia, bagi warga prasejahtera diberikan margin/bunga 0% karena pihaknya membangun semangat kebersamaan dan gotong royong. Untuk warga di atas sejahtera baru diperbolehkan dikenakan margin.
“Mari sama-sama kita bangun desa melalui kerja efektif dengan memberdayakan SDM dan SDA yang ada,” ujar Waskito.
Sementara itu Kepala Desa Sukoharjo 2 Sigit Puji Astowo mengatakan, pihaknya membutuhkan hal seperti ini agar potensi desa yang ada di desa bisa digarap maksimal. Ia berharap bisa menjadikan desa ini menjadi desa mandiri. []
