Diskusi inisiasi Abdul Hakim soal menuju Lampung nol kriminalitas. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wakil Ketua Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim hari ini mengadakan diskusi mengenai keamanan bertema Menuju Lampung Nol Kriminal. Acara diadakan secara daring dengan mengundang sejumlah pihak.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Sekda Fahrizal Darminto mengapresiasi inisiatif Abdul Hakim mengadakan diskusi ini. Sebab, ini sesuai dengan misi utama Gubernur dalam membuat rakyat Lampung berjaya.
Kata Sekda, poin pertama misi utama Gubernur adalah menciptakan situasi aman di Lampung. Diskusi ini, kata Sekda, selaras dengan keinginan Gubernur Lampung agar provinsi ini makin aman dan nyaman serta ramah dengan semua orang. Hal ini salah satu manfaatnya bisa menciptkan iklim usaha dan investasi yang menguntungkan masyarakat Lampung.
Hakim dalam paparannya mengemukakan, niat mengadakan diskusi ini untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah dan penyelenggara keamanan untuk meminimalkan angka kriminalitas di Lampung.
Hakim ingin semua pihak memberikan kontribusi agar keamanan di Lampung bisa stabil dan kondusif. Wabilkhusus dalam menghadapi pemilu 2024.
Hadir dalam diskusi ini Danrem 043 Garuda Hitam yang diwakili Kasrem Kolonel Prayitno, perwakilan Kapolda Lampung, dan sejumlah rektor di Lampung. Di antaranya perwakilan rektor dari Unila, UIN Raden Intan, Universitas Teknokrat Indonesia, UML, UBL, Darmajaya, dan lainnya.
Sekda dalam arahannya meminta Abdul Hakim dibantu pihak lain untuk memetakan potensi kriminalitas di Lampung. Misalnya jenis apa kriminalitas apa saja yang banyak terjadi di suatu daerah. Sekda menjelaskan, dari pemetaan kita bisa mengetahui penyebab dan memberikan solusi terbaik.
Hakim menambahkan, menciptakan Lampung menuju nol kriminalitas mesti diselesaikan dari beragam ranah. Tidak bisa hanya mengandalkan dari sisi keamanan saja. Oleh karenanya, kata Hakim, peran banyak pihak, termasuk perguruan tinggi, menjadi penting.
Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Achmad Yudi Wahyudin mengatakan, mahasiswa bisa membuat aplikasi yang meminimalkan peluang terjadinya kriminalitas. Kata Yudi, mahasiswa Teknokrat, sudah mengembangkan banyak aplikasi, salah satunya dalam konteks meminimalisasi peluang terjadinya kejahatan.
Selain itu, dalam konteks pelayanan publik, mahasiswa Teknokrat juga sudah mengembangkan banyak aplikasi untuk membantu pelayanan terhadap warga.
Nur Islam dari Universitas Malahayati Lampung, menekankan kepada peran mahasiswa dalam mengedukasi warga tentang menjaga keamanan. Misalnya saat kuliah kerja nyata diberikan tugas mengedukasi agar warga lebih waspada terhadap peluang terjadinya kejahatan.
Robi Cahyadi dari Unila memaparkan bahwa pencegahan kriminalitas bisa dicapai dengan meningkatkan kesejahteraan. Sebab, salah satu pemicu angka kriminalitas adalah kesenjangan ekonomi. Hal itu bisa memicu seseorang melakukan kejahatan untuk mencukupi kehidupan ekonominya. []
