Abdul Hakim. | Afif Hidayat

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim meminta perbankan di Lampung mempermudah akses kredit usaha rakyat (KUR) untuk petani dalam mendapatkan alat atau mesin pertanian (alsintan).
Hal itu disampaikan Hakim hari ini pada diskusi terbatas di kantor DPD Perwakilan Lampung Jalan Pattimura, Bandar Lampung.
Acara itu dihadiri perwakilan dinas terkait, biro perekonomian Pemprov Lampung, kalangan perbankan, BI, OJK, dan Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Lampung.
Hakim mengatakan, petani mesti didorong naik kelas. Salah satunya adalah kemudahan dalam memperoleh akses alsintan. Hakim berpendapat, perbankan bisa mewujudkan itu dengan penilaian kelayakan dan standar lainnya.
Namun, yang paling esensial adalah membantu petani memperoleh alat produksi sehingga ada korelasi positif antara produktivitas pertanian dan pendapatan mereka.
Hakim menilai, alsintan menjadi kebutuhan pokok petani di masa sekarang. Maka itu, kalangan perbankan diminta membantu petani baik secara perorangan maupun kelompok dalam memperoleh akses KUR untuk alsintan.
KUR ini, ujar Hakim, sejatinya bukan bagi-bagi alat pertanian. KUR ini muaranya adalah pembelian dari petani untuk memperoleh alsintan.
Dengan membeli semacam ini, secara psikologis petani mau merawat dengan baik alsintan mereka, misalnya traktor tangan. Ini juga bertujuan agar petani makin mandiri.
Hadir juga dalam diskusi terbatas itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Indriatmoko Dhianto. []
