Politik

Abdul Hakim Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Darurat Tepat Hadapi Ancaman Resesi & Tekanan Rupiah

Abdul Hakim Desak Presiden Prabowo Ambil Langkah Darurat Tepat Hadapi Ancaman Resesi & Tekanan Rupiah

Abdul Hakim

Wartalampung.id, Jakarta – Situasi ekonomi global yang terus bergejolak harus dihadapi dengan kewaspadaan tinggi dan langkah darurat yang terukur.

Senator Lampung Abdul Hakim menilai, ancaman perlambatan ekonomi dunia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta potensi kenaikan harga pangan dan energi tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Hakim bilang, pemerintah harus bergerak cepat sebelum tekanan ekonomi berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas. Dalam kondisi seperti ini, negara dituntut hadir dengan kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang presisi, dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Ia mendesak Presiden RI Prabowo Subianto perlu segera mengambil langkah-langkah darurat sebagai berikut:

Membentuk Tim Krisis Ekonomi Nasional
Pemerintah perlu membentuk satuan tugas khusus lintas kementerian dan lembaga yang bekerja cepat, fokus, dan terintegrasi untuk memantau stabilitas ekonomi nasional setiap hari.

Menyelamatkan Stabilitas Rupiah
Negara harus memperkuat intervensi pasar, menjaga cadangan devisa, menekan impor yang tidak produktif, serta memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.

Moratorium Pengeluaran Negara yang Tidak Mendesak
Seluruh belanja negara yang bersifat seremonial, perjalanan, dan proyek non-prioritas harus ditunda sementara demi menjaga ketahanan fiskal nasional.

Melakukan Perombakan Kabinet Secara Profesional, Ramping, dan Efektif
Dalam situasi ancaman krisis ekonomi, kabinet pemerintahan harus diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, dan kemampuan eksekusi yang kuat.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kabinet, memangkas birokrasi yang lamban, serta memastikan seluruh kementerian bekerja dengan orientasi penyelamatan ekonomi rakyat, bukan sekadar agenda administratif dan politik kekuasaan.

Fokus Penuh pada Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah harus memastikan produksi beras, jagung, gula, minyak goreng, pupuk, dan kebutuhan pokok rakyat tetap aman. Krisis pangan adalah ancaman paling nyata dalam situasi resesi global

Perlindungan Daya Beli Rakyat
Bantuan sosial harus tepat sasaran, harga kebutuhan pokok dijaga, serta UMKM dan sektor informal diberikan dukungan pembiayaan dan insentif yang memadai.

Penguatan Industri Nasional dan Hilirisasi
Indonesia harus mempercepat industrialisasi berbasis sumber daya nasional agar tidak terus bergantung pada gejolak ekonomi luar negeri dan tekanan dolar AS.

Membangun Kepercayaan dan Persatuan Nasional
Dalam situasi sulit, rakyat membutuhkan ketenangan dan arah yang jelas. Pemerintah harus terbuka kepada publik, menghindari kepanikan, dan mengedepankan semangat gotong royong nasional.

Bangsa Indonesia pernah menghadapi berbagai krisis besar dan mampu bangkit karena persatuan, keberanian, dan kepemimpinan nasional yang kuat.

”Situasi saat ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan memperkokoh fondasi negara. Negara tidak boleh terlambat bertindak. Keselamatan ekonomi rakyat harus menjadi prioritas utama.” []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda