Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Wakil Ketua Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim menyampaikan paparan pada pleno di komite itu kemarin.
Abdul Hakim menjelaskan beberapa hasil reses di Lampung.
Hakim menjelaskan, adanya keinginan masyarakat khususnya petani agar ada revisi pada Peraturan Menteri Pertanian yang membatasi subsidi pupuk pada sembilan komoditas.
Hakim mengatakan, pembatasan itu merugikan karena Lampung punya sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan. Jika ada pembatasan, Hakim mengatakan, akan menurunkan produktivitas hasil pertanian Lampung.
Hakim mengatakan, singkong adalah produk utama pertanian Lampung selain beras dan palawija lainnya. Namun, jika singkong tidak lagi menjadi varietas yang pupuknya disubsidi, ini akan memberatkan petani.
Hakim bilang, singkong Lampung nomor satu nasional dalam konteks produktivitas. Bagaimana mungkin produk andalan tapi tidak mendapatkan subsidi pupuk dari pemerintah.
Jika harga pupuk menyediakan harga pasar, keuntungan petani singkong tidak akan signifikan. Ini, ujarnya, berimbas pada kesejahteraan petani singkong.
Hakim ingin, singkong tetap menjadi produk yang mendapatkan pupuk dengan harga bersubsidi sebagaimana untuk padi, jagung, dan kedelai.
Hakim juga mendukung agar pembiayaan honorarium pegawai pemerintah perjanjian kerja atau P3K tetap dibiayai APBN. Hakim ingin honorarium ini tidak dibebankan kepada dana alokasi umum.
Hakim menilai, pembiayaan honorarium dari APBN sejauh ini masih relevan.
Hakim juga sedang memperjuangkan untuk Lampung agar kuota lahan untuk kedelai bisa dicukupi.
Ia akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan seperti TNI dan PTPN agar ada alokasi lahan untuk kedelai di Lampung yang sudah dicanangkan Kementerian Pertanian.
Hakim ingin, adanya tambahan lahan kedelai bisa meminimalkan impor kedelai selama ini yang terganggu imbas konflik Rusia dan Ukraina.
Hakim berpendapat, pemangku kepentingan di Lampung bisa mewujudkan ini agar alokasi lahan untuk varietas kedelai bisa tercukupi.
Harapannya, Lampung bisa menyumbangkan produktivitas kedelai untuk kebutuhan nasional. []
