Ipung (nomor dua dari kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Way Sulan – Nama aslinya Syaiful Rohim, tapi kalau Anda sebut nama itu di Desa Sukamaju, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan, mungkin banyak orang menggeleng. Tapi bila yang disebut nama Ipung, kemungkinan besar orang akan mengangguk tanda tahu.
Ipung lumayan berkiprah di kampung halamannya. Ia banyak aktif di kegiatan sosial. Juga olahraga khususnya voli. Kegiatan olahraga yang ada di desanya ia ikuti dengan baik dan berkiprah di sana.
Orangtua Ipung juga terpandang di desa. Beberapa orang yang hendak menjadi kepala desa acap sowan ke orangtua Ipung. Pun pada saat pemilihan anggota legislatif, banyak yang meminta dukungan kepada orang tua Ipung.
Tahun ini, 5 Agustus 2021, Ipung mencoba jalan lain. Ia maju pada pemilihan kepala desa setempat. Langkah sudah ia ambil. Ancang-ancang sudah dijalankan. Persiapan sudah seratus persen. Dukungan keluarga besar juga sudah ada di tangan. Kini tinggal menunggu hari H dan bergantung qadar Allah swt.
Ipung mengatakan, ia ingin membangun desanya lebih baik daripada yang sekarang. Fasilitas jalan desa ingin ia tingkatkan. Tentunya dengan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten setempat yang kini dipimpin Bupati Nanang Ermanto. Ia yakin bisa bersinergi dengan pemerintah setempat jika terpilih menjadi kepala desa.
“Pak Bupati didukung Partai Nasdem pada pemilu serentak 9 Desember 2020 yang lalu. Insya Allah jika saya terpilih, bisa lebih memajukan desa,” kata dia.
Ipung juga ingin kegiatan keagamaan di desanya makin marak. Ia ingin, desa ini menjadi religi dan semakin meningkat ukhuwah islamiyah serta ukhuwah wathaniyah-nya.
Ipung mengatakan, modalnya hanya niat baik untuk memajukan desa. Soal pengalaman bermasyarakat, ia yakin memilikinya dan cukup memungkinkan menjadi penyokong langkahnya menjadi orang nomor satu di Desa Sukamaju. Desanya butuh perubahan ke arah yang lebih baik. Butuh restorasi sebagaimana misi utama Partai Nasdem. Meski menjadi kader Nasdem, ia terbuka dengan pilihan politik orang lain.
Kata Ipung, dalam era demokrasi ini semua orang bebas menyalurkan hak politik ke mana saja. Yang utama tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta memaknai Pancasila dengan baik.[Sugiono]
