Sari Kusniawati. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sari Kusniawati kini bekerja di PT Gamatechno Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan IT yang bergerak di bidang software house sebagai application support.
Saat ini Sari bekerja di PT Gamatechno Indonesia, merupakan salah satu perusahaan IT yang bergerak di bidang Software House sebagai Application Support.
Tugas utama sebagai tester aplikasi yaitu memastikan aplikasi yang di kembangkan tidak ada eror sebelum aplikasi tersebut di gunakan oleh klien. Selain itu juga Application support memiliki peran untuk membantu PM (Project Manajer) untuk menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti script UAT, user manual aplikasi, Berita Acara, Minutes of Meeting dan dokumen lainnya. Sebagai Aplication Support juga di tuntut untuk bisa menjaga komunikasi baik dengan klien, contohnya penjembatan komunikasi permintaan klien untuk disampaikan ke tim pengembang (developer).
Perempuan kelahiran tahun 1993 itu kini beralamat di jalan Dr. Setia Budi, Gang Manggis Nomor 45, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Di Jakarta ia tinggal di Jalan Swadaya II, RT 10/RW 08, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Sari Kusniawati, S.Kom adalah salah satu lulusan Program Studi S-1 Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia yang punya rekam jejak yang baik selama di kampus dan dunia kerja. Menurut Sari, kuliah di Teknokrat itu sangat mengasyikkan.
Sebab, selama kuliah kita bisa mengeksplorasi apa yang ingin kita tahu dan belum pernah kita dapat selama sekolah. Kuliah juga merupakan tempat kita membentuk karakter diri untuk menjadi seperti apa kita di kemudian hari (saat setelah lulus) dan bagaimana kita bisa memanfaatkan ilmu yang kita peroleh di masyarakat kelak.
Ia bercerita, para dosen memotivasinya dengan penuh tanggung jawab. Mereka memberikan materi kuliah sekaligus motivasi agar setiap mahasiswa siap berkompetisi sejak masih studi. Para dosen, ujar dia, juga sering memberikan masukan agar semua mahasiswa menyiapkan segala kompetensi untuk bersaing dalam dunia kerja atau membuka lapangan kerja sendiri.
Soal kegiatan ekstra, Sari mengatakan, waktu kuliah, ia termasuk yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Dosennya sering bilang “janganlah menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang- kuliah pulang)”.
Dari situ ia memanfaatkan waktu kosong untuk ikut dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (Hima) HIMA, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), UKMI, PADUS, dan lain-lain.
“Tapi tetap prioritas saya ada di pendidikan yang saat itu sedang saya jalani. Karena ketika kita ikut dalam suatu organisasi, pemikiran atau wawasan kita akan berkembang tanpa kita sadari. Karena kita akan sering berinteraksi dengan banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda,” ujar Sari.
Soal infrastruktur pendidikan di Teknokrat, ia bilang sudah sangat baik dan sangat mendukung mahasiswanya untuk menggapai impian mereka. Dan tentunya tidak terlepas dari peran mahasiswa itu sendiri bagaimana bisa memanfaatkan infrastruktur yang telah disediakan tersebut dengan sebaik mungkin.
“Setiap periode kalau saya perhatikan juga banyak inovasi yang dikembangkan oleh Teknokrat untuk bisa memberikan pelayanan terbaiknya,” lanjutnya.
Ia berpendapat, pengaruh perkuliahan sangat signifikan untuk masa kerja sekarang : Menurutnya, itu sangat berpengaruh meskipun pada kenyataannya ada juga lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang mereka pilih saat kuliah.
“Namun dengan kuliah kita bisa lebih matang, tahu seluk beluk dunia kerja secara riil itu seperti apa. Kita akan memiliki nilai jual pendidikan dan daya saing untuk bisa diterima di tempat kerja impian kita,” ujar dia.
Kepada para mahasiswa Teknokrat, ia berpesan agar menjadi mahasiswa yang bernilai dan berkarya. Fokus dengan impian yang ingin dicapai. Sertakan pula orangtua dalam setiap langkah yang ingin dilalui.
“Perbanyak berdoa dan semangat berusaha,” ujarnya.
Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan respons sangat positif. Kampus sangat bangga salah seorang alumni, Sari, bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta.
Mahathir mengatakan, kemampuan Sari dalam bidangnya memang memuaskan sejak kuliah di Teknokrat. Ia juga, lanjut Mahathir, memang sudah lama menunjukkan kecerdasan dan keluwesan dalam bekerja.
Ia juga dinilai Mahathir mempunyai kedisiplinan yang tinggi dengan indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan. Dengan begitu, ia mampu mengikuti semua tes saat diterima di perusahaan.
Mahathir ingin semua mahasiswa dan mahasiswi Teknokrat mempunyai mental baja, kepribadian yang baik, dan kompetensi memadai sesuai dengan basis studinya.
Kampus, kata Mahathir, memberikan dampak yang besar atas kesuksesan alumni di masa depan. Syaratnya, terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga sikap.
Mahathir berharap Sari terus sukses dalam berkarier dan mencapai puncak tertinggi di pekerjaannya itu. [Widya]
