Berita Foto Advertorial

Iptu Efriyansyah S.Kom Alumni Universitas Terbaik di Lampung Teknokrat Berkarier di Mabes Polri

Iptu Efriyansyah S.Kom Alumni Universitas Terbaik di Lampung Teknokrat Berkarier di Mabes Polri

Iptu Efriyansyah. | Dokumentasi

Iptu Efriyansyah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Iptu Efriyansyah S.Kom kini berkarier di Mabes Polri. Pria kelahiran Bandar Lampung, 9 April 1994, ini alumni Universitas Teknokrat Indonesia Jurusan Teknik Informatika. Pria yang masuk Teknokrat tahun 2012 itu menyelesaikan pendidikan di kampus terbaik di Lampung ini dalam durasi 3-4 tahun. Posisinya kini di Mabes Polri adalah Pamin TI Baintelkam Polri.

Pekerjaan Iptu Efriyansyah sekarang tak jauh dari basis studinya di Teknokrat. Ia dipercaya untuk mengurusi urusan jaringan di Mabes Polri selain penugasan lain sebagai perwira Polri.

Pria yang beralamat di Campang Raya, Bandar Lampung, itu, masuk Teknokrat pada penerimaan mahasiswa gelombang pertama. Kurang lebih 3,5 tahun ia kuliah. Tapi karena di Teknokrat selalu akhir tahun wisudanya, ia terhitung mahasiswa di Teknokrat selama 4 tahun.

“Saat itu saya wisuda pada akhir tahun 2016,” ujarnya hari ini kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp.

Selama perkuliahan. Efriyansyah mengikuti UKM Resimen Mahasiswa. Ia ikut UKM Resimen Mahasiswa untuk mengembangkan wawasan dan pergaulan di luar kampus dan juga untuk mengisi kegiatan kosong.

Setelah lulus, ia memberanikan diri ikut serta di penerimaan Polri Sumber Sarjana (SIPSS) tahun angkatan 2017. Alhamdulillah ia diterima dan diberangkat kan langsung di Akademi Kepolisian kurang lebih 6 bulan pendidikan. Dan penempatan diarahkan di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Dalam segi pekerjaan pun tidak Jauh dari hal-hal yang berbau IT.

Iptu Efriyansyah berujar, saat penerimaan sampai dengan penempatan, tidak sedikit pun biaya keluar, kecuali biaya operasional pribadi.

“Jadi saya merasakan betul penerimaan Polri itu gratis,” ujarnya.

Selama kedinasan, ia dipercayai untuk memegang tanggung jawab masalah IT di tingkat Mabes dan Polda seluruh Indonesia.

Ia sempat dikirim juga ke luar negeri sebelum pandemi ke Korea Selatan untuk studi banding terkait IT.

Iptu Efriyansyah memberikan beberapa testimoni berkenaan masa sewaktu ia menjalani kuliah. Kata dia, kebanyakan mahasiswa semasa angkatan dia lebih fokus untuk kuliah daripada untuk main-main. Disiplin waktu yang luar biasa juga ia rasakan. Jika telat lebih dari 10 menit, tidak boleh masuk dengan alasan apa pun.

Ia berpendapat, para dosen dalam memberikan nilai bukan karena kedekatan hubungan personal, tapi benar-benar diambil dari penugasan, absensi (disiplin waktu), ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS).

Ia juga menikmati banyak spot internet gratis untuk mengerjakan tugas di kampus. Lingkungan kampus yang bersih, tidak ada yang boleh merokok di lingkungan kampus dan membuang sampah sembarangan.

Tempat parkir pun, kata dia, ada di beberapa gedung sehingga tidak pernah menempatkan motor di luar kampus dan sistem pengamanannya dikasih karcis agar lebih aman untuk kendaraan.

Fasilitas perpustakaan pun selama ia di sana selalu up to date. Skripsi senior bisa ia lihat dan menjadi bahan referensi.

“Kantin tidak di dalam kampus. Ini menjaga kebersihan lingkungan juga,” ujarnya.

Iptu Efriyansyah juga merespons soal dosen Teknokrat yang enak diajak berkomunikasi untuk sekadar bertanya dan berbagi pengalaman. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kata dia, selalu didukung kampus.

“Pembentukan karakter saya dari UKM Resimen Mahasiswa,” ujarnya.

Secara keseluruhan dan pendapat pribadi, ujarnya, kampus Teknokrat cocok untuk mereka yang benar-benar ingin mencari Ilmu dan bukan sekadar meraih gelar.

Iptu Efriyansyah bercerita, sebelum kuliah, dari SMP ia terbiasa bekerja mencari tambahan uang jajan. Tidak lepas dari urusan komputer tentunya. Setelah lulus SMA, ia pernah mendaftar menjadi bintara polisi angkatan 37 namun gagal. Setelah itu ia mengambil keputusan untuk kuliah di jurusan sesuai dengan hobi.

“Saya kuliah tentunya sudah siap dengan jurusan yang diambil dengan segala risikonya,” ujarnya.

Kepada mahasiswa Teknokrat,  ia berpesan agar jangan terpengaruh hal-hal yang negatif terkait narkoba dan pergaulan bebas. Ia memberikan nasihat agar mahasiswa bisa mengatur waktu kuliah dengan baik.

“Utamakan apa yang diprioritaskan. Jika kuliah yang menjadi prioritas, hal-hal atau kegiatan lain yang tidak berguna agar dikesampingkan,” lanjutnya.

Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan respons sangat positif. Pihaknya bangga salah seorang alumni menjadi perwira di Mabes Polri.

Mahathir mengatakan, sejak kuliah di Teknokrat, Iptu Efriyansyah memang sudah menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dengan indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan. Dengan begitu, ia mampu mengikuti semua tes masuk Polri dan berkarier sampai dengan sekarang.

Mahathir ingin semua mahasiswa dan mahasiswi Teknokrat mempunyai mental baja dan kepribadikan yang baik seperti Efriyansyah  Mahathir meyakini, kampus memberikan dampak yang besar atas kesuksesan alumni di masa depan. Syaratnya, terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga sikap.

Mahathir mendoakan Iptu Efriyansyah sukses dalam karier dan mencapai puncak tertinggi di Mabes Polri. [Widya]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda