Tasyakuran 25 tahun LAZDAI Lampung. | Adian Saputra
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Potensi zakat, infak, dan wakaf di Provinsi Lampung dinilai masih belum tergarap secara optimal.
Dengan potensi zakat yang disebut mencapai Rp5,3 triliun, penghimpunan zakat saat ini dinilai masih jauh dari angka yang seharusnya dapat dicapai.
Hal tersebut disampaikan perwakilan donatur dan tokoh masyarakat LAZDAI Lampung, Firmansyah, dalam kegiatan tasyakuran milad ke-25 LAZDAI Lampung di Fave Hotel Lampung, Sabtu (31/10/2026).
Firmansyah mengatakan, zakat dan wakaf merupakan instrumen penting yang dapat dimanfaatkan, membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Menurutnya, besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat, dalam menunaikan zakat serta memperkuat gerakan edukasi dan sosialisasi.
“Potensi zakat di Lampung mencapai Rp5,3 triliun, tetapi sayangnya realisasi zakat masih sangat jauh dari potensinya,” ujar Firman.
Ia menilai, optimalisasi zakat membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pengelola zakat, institusi pendidikan, serta masyarakat secara luas.
Firmansyah juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran berzakat, termasuk kebijakan yang mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Ia berharap, potensi zakat dan wakaf di Lampung dapat dikelola lebih maksimal, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga memiliki kekuatan sosial untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan ketimpangan kesejahteraan.
Melalui momentum Milad ke-25 LAZDAI, Firmansyah mengajak seluruh pihak memperkuat edukasi dan sosialisasi, agar kesadaran berzakat semakin tumbuh di tengah masyarakat. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda