Bandar Lampung

25 Tahun LAZDAI Lampung: Firmansyah Dorong Pemprov Bikin Gerakan Wakaf Pelajar, Sasar 300 Ribu Siswa SMA/SMK

25 Tahun LAZDAI Lampung: Firmansyah Dorong Pemprov Bikin Gerakan Wakaf Pelajar, Sasar 300 Ribu Siswa SMA/SMK

Firmansyah. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pembiasaan berwakaf sejak usia sekolah dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk membangun kepedulian sosial generasi muda.

Gagasan tersebut disampaikan perwakilan donatur dan tokoh masyarakat LAZDAI Lampung, Firmansyah, dengan mendorong gerakan wakaf di kalangan pelajar SMA dan SMK se-Provinsi Lampung.

Itu ia sampaikan dalam kegiatan tasyakuran milad ke-25 LAZDAI Lampung di Fave Hotel Lampung, Sabtu (31/10/2026).

Firmansyah mengusulkan agar sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung dapat menjadi bagian dari gerakan pembiasaan wakaf.

Ia menyebut, jumlah pelajar SMA dan SMK di Lampung diperkirakan mencapai 300 ribu siswa. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk menanamkan kebiasaan berbagi sejak dini.

Menurut Firmansyah, gerakan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada besarnya uang yang dihimpun, melainkan membangun kesadaran dan kebiasaan berwakaf di kalangan generasi muda.

“Bukan uangnya sebenarnya yang kita lihat, tetapi pembiasaan anak ini. Sehingga nanti pada saat mereka masih mendapatkan uang jajan dari orang tuanya saja sudah mau berwakaf,” ujar Firman.

Ia berharap, kebiasaan tersebut dapat terus tumbuh hingga para pelajar memasuki usia produktif dan memiliki penghasilan sendiri.

Dengan demikian, wakaf tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh orang dewasa atau mereka yang memiliki kemampuan ekonomi besar, tetapi menjadi bagian dari budaya kepedulian sosial sejak dini.

Firmansyah menilai, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan agar gerakan wakaf pelajar dapat diterima dan dijalankan secara konsisten.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan wakaf di Lampung. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda