Warsito. | Mirliana
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Persoalan biaya studi lanjut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam sosialisasi bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, hari ini Rabu (28/10/2026).
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Marzius Insani, menceritakan bahwa dirinya sempat memutuskan melanjutkan studi doktoral (S3) di Unila pada 2022.
Namun, persoalan ekonomi membuatnya memilih tidak melanjutkan studi karena harus mempertimbangkan kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku tidak ingin dapur rumahnya meredup gara-gara melanjutkan kuliah.
Melalui forum tersebut, Marzius berharap pimpinan Unila mendatang memberi perhatian kepada dosen dan tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pendidikan.
Ia meminta adanya regulasi yang memungkinkan biaya kuliah bagi pegawai kampus menjadi lebih terjangkau, atau bentuk dukungan lain untuk menunjang studi lanjut.
Menanggapi aspirasi itu, bakal calon rektor nomor urut 3, Warsito, menyampaikan bahwa kebijakan dukungan studi perlu melihat regulasi yang berlaku, termasuk skema izin belajar dan tugas belajar.
Ia juga menjelaskan pengalaman dukungan biaya riset yang dapat diberikan melalui pembimbing atau promotor ketika bantuan langsung kepada mahasiswa tidak memungkinkan secara aturan, sebagaimana pernah diterapkan di Fakultas MIPA.
Warsito turut menyebut pengurangan UKT bagi dosen sebagai salah satu hal yang dapat diupayakan untuk mendukung peningkatan kualifikasi pendidikan.
Bakal calon nomor urut 2, Budiyono, menyatakan siap menerbitkan aturan jika regulasi menjadi hambatan.
Menurutnya, keputusan rektor dapat dipakai agar dosen Unila yang menempuh S2 di kampus sendiri memperoleh keringanan biaya, bahkan bebas biaya kuliah.
“Kalau memang regulasinya itu menjadi kendala, ya kita terbitkan regulasi,” ujarnya.
Kandidat lain menyampaikan pandangan serupa. Hamzah menilai PTN badan layanan umum (BLU) memiliki keleluasaan mengatur hal tersebut melalui ketetapan rektor, contohnya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menyekolahkan dosen hingga ke Malaysia.
Kandidat lain Anna Gustina Zainal mengatakan bantuan UKT bagi dosen studi lanjut pernah ada, tetapi perlu dicek kesesuaiannya dengan aturan keuangan BLU agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Aspirasi tersebut menyoroti pentingnya kebijakan yang tidak hanya mendorong peningkatan mutu akademik, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan ekonomi dosen dan tenaga kependidikan.
Acara sosialisasi di Gedung Serbaguna Unila ini merupakan penutup rangkaian kegiatan yang sudah digelar sejak 20–23 Oktober di delapan fakultas, mulai dari Fakultas Hukum hingga Fakultas Teknik. Kemudian Senat Unila dijadwalkan menilai dan menetapkan tiga calon rektor dalam rapat senat tertutup pada 29 Oktober 2026.
Pemilihan rektor dijadwalkan pada November–Desember 2026, sedangkan penetapan dan pelantikan rektor terpilih diagendakan pada 18 Januari 2027, meskipun jadwal tersebut masih bersifat tentatif. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda