Bisnis

PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung Gandeng IPB Ukur Indeks Kepuasan Masyarakat Penerima CSR Tahun 2025

PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung Gandeng IPB Ukur Indeks Kepuasan Masyarakat Penerima CSR Tahun 2025

Wartalampung.id, Bandar Lampung – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Bandar Lampung menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melaksanakan Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Penerima Program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan untuk memastikan efektivitas, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah direalisasikan.

Pengukuran IKM melibatkan dua personel dari IPB, yaitu Nurul Hidayati, S.E., M.Si. dan Navila Amira Dewi, S.E., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 orang masyarakat penerima manfaat serta para penggerak program CSR atau local hero yang berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Adapun program CSR yang menjadi fokus evaluasi meliputi pendampingan UMKM Kopi dan Aren Organik “Mang Encak”, program Pedas Besai (Peduli DAS Besai), serta pemberdayaan kelompok ternak Wana Lestari. Ketiga program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, tim IPB menerapkan metode mixed-methods, yaitu kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei kuesioner, wawancara mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat penerima manfaat. Pendekatan ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tingkat kepuasan masyarakat sekaligus mengidentifikasi dampak program yang telah dijalankan.

Sejumlah indikator menjadi fokus penilaian, antara lain kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, transparansi penyaluran bantuan, kualitas pendampingan, serta kontribusi program terhadap peningkatan ekonomi penerima manfaat. Melalui proses evaluasi tersebut, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, masukan, dan harapan terhadap pengembangan program CSR pada masa mendatang.

Keterlibatan local hero, yaitu Risdiantoni yang dikenal sebagai Mang Encak, Cucu Suryadi, dan Suyanto, turut menjadi bagian penting dalam evaluasi ini. Peran mereka sebagai penggerak di tingkat masyarakat diharapkan dapat memberikan perspektif langsung mengenai pelaksanaan program, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Manager ULPL Way Besai, Fahma Abdurrahman, menyampaikan bahwa pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat merupakan langkah penting untuk memastikan program CSR yang dijalankan perusahaan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui pengukuran IKM ini, kami ingin memperoleh gambaran objektif mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap program CSR yang telah dilaksanakan. Masukan dari masyarakat menjadi hal penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Fahma Abdurrahman.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor diharapkan dapat mendukung proses evaluasi yang terukur dan komprehensif. Hasil pengukuran IKM nantinya akan menjadi salah satu acuan dalam mengevaluasi dan menyempurnakan program CSR pada tahun berikutnya agar semakin tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda