Agustinus Teguh Nugroho
Oleh Agustinus Teguh Nugroho, Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Banyak masyarakat di lingkungan kita yang belum mengetahui atau mengenal pentingnya kesehatan dan masalah kesehatan yang dialaminya. Seringkali masalah kesehatan pada dirinya dianggap sepele dan mungkin diabaikan.
Banyak keluarga bahkan anggota keluarga yang belum mengetahui pentingnya kesehatan dan minimnya edukasi kesehatan. Pencegahan dan pertolongan awal terhadap suatu penyakit yang sering muncul di sekitar masyarakat kita masih awam dalam menanganinya.
Perilaku masyarakat di lingkungan kita masih jauh dari kata bersih terutama di daerah yang padat penduduk. Bahkan masih banyak limbah yang belum dimanfaatkan dengan baik terutama limbah sampah yang merupakan salah satu faktor pemicu masalah penyakit.
Dalam hal tersebut masyarakat belum mengetahui pentingnya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurut Kemenkes, PHBS itu sendiri merupakan kependekan dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Sedangkan pengertian PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.
PHBS juga mempunyai tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat.
Manfaat PHBS itu yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan.
Dalam penerapannya PHBS dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di lingkungan sekitar rumah kita, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan, dan bahkan di tempat umum.
Ada beberapa contoh mengenai PHBS yang dapat diterapkan di lingkungan kita mengenai kebersihan. Mialnya, mencuci tangan.
Kita dapat memberikan edukasi mengenai enam langkah cuci tangan yang baik dan benar sebagai ikhtiar pencegahan penularan penyakit.
Tempat penampungan air, contohnya, wadah kaleng bekas, ban bekas, dan sebagainya yang jika hujan dapat menampung, harus dibuang. Tujuannya, supaya tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Pembuatan jamban juga perlu diperhitungkan harus memenuhi standar sanitasi. Dalam pembuatannya, seperti jarak pemasangan dan lokasi, harus berjarak 10 meter dari sumur bor atau dari tempat penampungan air bersih agar tidak mencemari air tanah.
Merokok merupakan sumber penyakit terutama pada sistem pernapasan dan mulailah berhentilahlah merokok.
Dan yang terakhir dapat mengonsumsi buah dan sayur harus menjadi prioritas karena sebagai sumber serat serta vitamin dan mineral yang baik.
Peran perawat sangat penting di lingkungan masyarakat dalam memberikan edukasi. Mulai dari pencegahanan timbulnya suatu penyakit.
Maka itu, marilah mulai sekarang PHBS harus mulai diterapkan dari hal kecil dan sederhana untuk kepentingan bersama. []

Tinggalkan Komentar Anda