Mancanegara

Ajarkan “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” dalam Bahasa Prancis, Dosen Unila Tarik Perhatian Siswa Malaysia

Ajarkan “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” dalam Bahasa Prancis, Dosen Unila Tarik Perhatian Siswa Malaysia

Rombongan FKIP Unila ke Malaysia. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila), Mme Setia Rini, memperkenalkan bahasa Prancis kepada siswa sekolah dasar di wilayah Selangor, Malaysia, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Menggunakan lagu anak “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan keberagaman bahasa, sekaligus membangun pemahaman multikultural sejak dini.

Kegiatan itu merupakan salah satu agenda kunjungan kerja sama internasional FKIP Unila ke Malaysia pada 10–13 Oktober 2026. Rombongan yang terdiri atas pimpinan fakultas dan perwakilan program studi dari berbagai bidang, melaksanakan pengabdian sesuai dengan keilmuan masing-masing.

Setia Rini menjelaskan, kegiatan dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni mengangkat tema multikulturalisme. Bahasa dan seni diperkenalkan sebagai kekuatan yang dapat menjembatani hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka wawasan mengenai budaya negara lain.

Dalam sesi Pendidikan Bahasa Prancis, para siswa diajak mengenal ungkapan sederhana dan menyanyikan lagu yang sudah akrab bagi mereka dalam beberapa bahasa.

Menurut Setia Rini, para siswa sebelumnya belum mempelajari bahasa Prancis. Namun, mereka menunjukkan antusiasme ketika diajak bernyanyi, berdiskusi, dan mencoba mengucapkan kata-kata dalam bahasa tersebut.

Bahkan, ketika ditanya siapa yang ingin mengunjungi Prancis, hampir seluruh siswa mengangkat tangan. Salah seorang siswa laki-laki menyampaikan bahwa dirinya ingin pergi ke Prancis karena menyukai klub sepak bola Paris Saint-Germain.

“Ketika diajak ngobrol, diskusi, dan sharing, mereka sangat antusias. Bahkan, mereka membuka keinginan untuk bisa berbahasa Prancis dan pergi ke Prancis,” ujar Setia Rini.

Selain kegiatan pembelajaran, ia memberikan gantungan kunci dan pin kepada sejumlah siswa yang aktif menjawab pertanyaan. Suvenir tersebut memuat identitas Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis serta slogan “Solidarité, Diversité, Succès.”

Setia Rini menambahkan, kegiatan itu tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada siswa, tetapi juga memperkenalkan wawasan baru kepada para guru mengenai bahasa Prancis.

Ia menilai, pengenalan bahasa asing melalui kegiatan yang menyenangkan, dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap budaya lain. Pembelajaran bahasa dapat dikembangkan secara kreatif dan disesuaikan dengan usia peserta didik.

Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, FKIP Unila berupaya menunjukkan bahwa bahasa dan seni dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya, membangun komunikasi lintas negara, dan menumbuhkan semangat kolaborasi internasional sejak dini. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda