Mirham Yulianto. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rumah singgah pasien milik Yayasan Baitulmal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN)-IZI Lampung di Kelurahan Surabaya, Bandar Lampung, kerap tidak bisa menerima pasien lagi karena kapasitasnya hanya 13 tempat tidur.
Pengurus kini mencari tambahan rumah, termasuk lewat hibah dari masyarakat, agar lebih banyak pasien dari daerah bisa ditampung.
Rumah Singgah Pasien (RSP) merupakan inisiatif YBM PLN yang selama ini dikelola Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung.
Sejak 2018, layanan ini dibuka bagi masyarakat Provinsi Lampung. Pasien tidak dipungut biaya, termasuk untuk layanan kebersihan dan konsumsi.
Pengurus rumah singgah, Mirham Yulianto, mengatakan keterbatasan tempat tinggal menjadi kendala utama.
“Tantangan terbesarnya itu tempat tinggal, yang terbatas,” kata Mirham saat ditemui di lokasi, Selasa (6/10/2026).
Satu kamar hanya berisi satu tempat tidur karena ruangannya kecil. Jika penuh, rumah itu menampung 13 pasien dan 13 pendamping, total 26 orang.
“Kami cuma ada 13 tempat tidur,” ujarnya.
Karena ada aturan kapasitas, pengurus tidak bisa menerima pasien baru saat kamar penuh.
“Kalau kamarnya sudah penuh, kami tidak bisa menerima lagi,” kata dia.
Pengurus mengaku iba terhadap pasien yang ditolak.
Mereka membantu mencarikan tempat lain yang masih kosong, bahkan sesekali menyelipkan pasien meski kapasitas berlebih.
Selain ruang, biaya air dari perusahaan air minum daerah menjadi beban lain.
“Kendalanya ada dua, air dan tempat tidur,” ujar Mirham.
Semakin banyak penghuni, tagihan air semakin besar.
Rencana penambahan unit disebut sudah lama dibahas.
“Rencana itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu,” kata dia.
Pengurus pernah menyewa kos-kosan di samping rumah singgah, tetapi pasien harus bolak-balik untuk makan.
“Cuma memang tidak efektif,” ujarnya.
Pengurus berharap ada pihak yang membantu.
“Kalau ada yang mau menghibahkan rumah, kami sangat bersedia,” kata Mirham.
Ia juga meminta masyarakat yang punya jaringan atau rumah yang bisa dimanfaatkan menghubungi pengurus. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda