Rudy
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mengantisipasi laju pesat teknologi modern sekaligus mewujudkan kampus yang responsif terhadap zaman, bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila), Rudy, mengusulkan pembentukan Pusat Studi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) berbasis lintas disiplin ilmu di Unila.
Gagasan tersebut dipaparkan dalam wawancara di kanal YouTube Admi Syarif Institut yang disiarkan pada Jumat, 25 September 2026.
Langkah strategis ini menjadi bagian utama dari visi besar yang ia usung untuk kepemimpinan Unila ke depan, yakni “Menjadikan Unila Selampung sebagai Universitas yang Berdampak.”
Alumnus SMAN 2 Bandar Lampung ini menegaskan, hadirnya teknologi AI dan digitalisasi adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh dunia perguruan tinggi.
Oleh karena itu, Unila harus mengambil peran aktif dengan menghadirkan kajian AI yang terintegrasi di berbagai bidang keilmuan, mulai dari hukum, teknologi, hingga sosial dan humaniora.
“Suka tidak suka, AI akan dan sudah hadir di tengah kita. Kita harus adaptif dengan membangun Pusat Studi AI yang lintas disiplin. Kampus-kampus besar lain sudah melangkah ke sana, dan Unila harus berani mengambil peran itu agar tidak tertinggal,” ujar Guru Besar Fakultas Hukum Unila tersebut.
Pengembangan Pusat Studi AI ini selaras dengan prinsip “Unila Berdampak” yang diusungnya. Alumnus Kobe University, Jepang, ini menjelaskan, konsep keberdampakan tersebut harus dirasakan secara seimbang, baik oleh lingkungan internal kampus maupun masyarakat luas secara eksternal.
Rudy bilang, dampaknya harus dua arah, yakni internal dan eksternal.
Secara internal, ia akan memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa melalui riset teknologi masa depan dan penyediaan beasiswa.
”Secara eksternal, hasil riset dan keahlian akademisi Unila bisa memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional,” terangnya.
Pengamat kebijakan publik, Syarief Makhya, menyambut baik usulan tersebut.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan Unila yang memiliki kemampuan antisipatif dan berani melakukan terobosan di era perubahan global. Menurutnya, revitalisasi pusat-pusat studi unggulan menjadi kunci agar perguruan tinggi mampu memprediksi dan menjawab tantangan masa depan.
Menutup keterangannya, Rudy meyakini bahwa penguatan kapasitas keilmuan modern seperti AI, dipadukan dengan optimalisasi potensi lokal, akan membawa Unila tumbuh menjadi perguruan tinggi unggul yang berdaya saing global dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh civitas akademika serta masyarakat. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda