Nusantara

Calon Rektor Rudy Gagas Unila Hub hingga Naikkan Remunerasi Dosen

Calon Rektor Rudy Gagas Unila Hub hingga Naikkan Remunerasi Dosen

Rudy

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila), Rudy, memaparkan gagasan strategisnya dalam podcast channel YouTube Admi Syarif Institut yang tayang pada Jumat, 25 September 2026.

Dalam diskusi tersebut, guru besar Fakultas Hukum Unila ini menekankan pentingnya membangun Unila menjadi universitas yang “berdampak” (impactful), baik untuk internal civitas akademika maupun masyarakat luas.

Salah satu poin utama yang disoroti Rudy adalah peningkatan kesejahteraan dosen sebagai fondasi utama kemajuan akademik kampus.

Menurutnya, Unila saat ini baru menerapkan sekitar 50 persen dari potensi remunerasi yang disetujui kementerian.

“Bagaimana riset kita mau maju kalau dosennya masih mikir setelah ini harus ngojol (ojek online). Ketika kesejahteraan meningkat, dosen bisa fokus mengajar dan meneliti,” ujar Rudy.

Ia merencanakan skema peer group riset interdisipliner yang memfasilitasi seluruh dosen untuk memperoleh hibah penelitian serta mendorong publikasi dan kerja sama internasional.

Selain kesejahteraan internal, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung itu menawarkan inovasi berupa pembentukan Unila Hub di Jakarta.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjembatani potensi Unila dengan kementerian, BUMN, serta lembaga nasional.

Rudy bilang, potensi Unila besar, tapi kalau hanya ada di Lampung tanpa mempunyai koneksi langsung di pusat, sulit meraih hibah-hibah besar.

”Dengan investasi sewa kantor sekitar Rp200 juta di Jakarta, kita bisa menggaet peluang kerja sama dan hibah senilai puluhan miliar rupiah untuk pengembangan kampus,” jelas mantan Wakil Rektor Unila tersebut.

Pengamat kebijakan publik Unila, Syarief Makhya, yang turut hadir sebagai pembahas, menyambut baik gagasan tersebut.

Ia menilai tantangan mendasar Unila ke depan adalah akselerasi transformasi dari Badan Layanan Umum (BLU) menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), efisiensi pusat studi, serta keberanian mengeksekusi pembangunan fisik seperti kampus 2 di lahan 150 hektare yang telah tersertifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Rudy optimistis Unila memiliki potensi pendapatan non-UKT yang besar melalui optimalisasi aset, BPU, dan kemitraan strategis.

Ia juga menekankan pentingnya pendirian pusat-pusat studi unggulan yang adaptif terhadap zaman, seperti pusat studi kecerdasan buatan (artificial intelligence), energi, hingga kebudayaan lokal Lampung.

“Visi kita adalah menjadikan Unila universitas yang berdampak unggul, berdaya saing, dan global. Dampak itu tidak hanya di akhir, tapi di depan—dimulai dari penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa kita sendiri,” pungkas Rudy. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda