BEM Akademi farmasi Cendekia Farma Husada menyerahkan donasi ke Relindo Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Yayasan Cendikia Farma Husada atau Cefada kembali memercayakan penyaluran bantuan untuk para penyintas bencana gempa bumi NTT dan NTB kepada Relindo Lampung.
Sebelumnya, pengurus OSIS SMK Farmasi menyerahkan donasi sebesar3.770.000 untuk korban gempa Mamuju Sulawesi Selatan, kali ini giliran BEM Akademi Farmasi (Akfar) Cefada yang menyerahkan bantuan donasi sebesar Rp1.900.000 untuk korban gempa NTT.
Menurut Presiden BEM Akfar Cefada Dicky, donasi ini bentuk nyata kepedulian mahasiswa Akfar Cefada kepada saudara saudara di NTT meskipun masih dalam masa pandemi tidak menyurutkan semangat kepedulian teman-teman mahasiswa.
Yayasan Cefada Lampung melalui pembina Organisasi Yayasan Idrus Affandi menyatakan, memberika bantuan dan donasi merupakan budaya yang harus ditumbuhkan dalam pribadi setiap anak didik untuk melatih dan menggerakkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Pilihannya kepada Relindo Lampung untuk menyalurkannya karena Relindo Lampung dapat dipercaya menurukan relawannya untuk turun langsung menyalurkan bantuan ke lokasi lokasi terdampak bencana.
Selain dari unit pendidikan di bawah Yayasan Cendekia Farma Husada Lampung, hari ini juga Relindo Lampung menerima donasi dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Unila sebesar Rp1.000.000.
Menurut M. Alpine, perwakilan HMJ, Relindo dapat dipercaya untuk menyalurkan secara langsung bantuan dan donasi kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurut Sekretaris Relindo Lampung Sutriwirawan, lokasi bencana NTT masih sangat membutuhkan bantuan untuk me-recovery dan kebutuhan harian warga terdampak khususnya di daerah daerah pelosok yang masih ada yang belum maksimal tersentuh bantuan.
Relawan Relindo masih melakukan penyaluran dan penjangkauan ke wilayah wilayah terdampak yang berada di pelosok NTT.
“Kami sampaikan terima kasih kepada para donatur khususnya kepada Unit Pendidikan di bawah Yayasan Cefada Lampung dan rekan-rekan mahasiswa Unila maupun donatur lainnya,” ujarnya. [Sugiono]
