Berita Foto

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kunjungan Edufun Cafe FKIP Unila Anjlok hingga 80 Persen Selama 2 Hari Kuliah Daring

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kunjungan Edufun Cafe FKIP Unila Anjlok hingga 80 Persen Selama 2 Hari Kuliah Daring

Edufun Cafe FKIP Unila. | Najwa

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap aktivitas Edufun Cafe yang berada di lingkungan FKIP Universitas Lampung.

Dampak paling terasa terjadi selama dua hari saat kampus memberlakukan kuliah daring akibat abu vulkanik.

Hal itu diungkapkan barista Edufun Cafe, Rangga Hanafia, dan kasir Edufun Cafe, Keisya Ragita Putri, dalam wawancara langsung, Selasa (15/9).

Menurut Rangga, jumlah pesanan yang biasanya mencapai puluhan dalam sehari turun menjadi hanya belasan pesanan selama dua hari kuliah daring tersebut. Penurunan itu terjadi akibat sepinya aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus.

“Customer-nya turun banget, dan tempat jadi lebih kotor dari hari biasanya,” ujar Rangga.

Ia menyebut persentase penurunan pengunjung Edufun Cafe mencapai sekitar 80 persen dibanding hari-hari normal. Pesanan yang tersisa sebagian besar hanya berasal dari layanan daring seperti Shopee.

Rangga menjelaskan, kendala utama yang dihadapi bukan pada operasional, melainkan kebersihan lingkungan akibat abu vulkanik. Kafe tetap buka sesuai jam operasional biasa meski kampus meliburkan kegiatan tatap muka.

“Kami enggak ada perubahan jam operasional, tapi bersih-bersihnya jadi lebih sering,” katanya.

Rangga mengaku pihaknya melakukan pembersihan area secara lebih intensif demi menjaga kenyamanan pengunjung yang tetap datang. Langkah ini menjadi bentuk adaptasi utama Edufun Cafe di tengah kondisi abu vulkanik yang terus turun.

Selain penurunan pengunjung, Rangga menyebut kondisi tersebut turut menimbulkan kerugian dari sisi bahan baku.

Sejumlah produk seperti susu yang tidak tahan lama terpaksa dibuang karena tidak terjual akibat sepinya mahasiswa yang masuk kampus selama dua hari kuliah daring.

Terkait respons dari mahasiswa dan sivitas akademika, Rangga mengaku belum mengetahui secara pasti karena posisinya sebagai pegawai.

Namun ia memastikan pihak Edufun Cafe berupaya mengembalikan suasana kafe seperti sedia kala.

Rangga dan Keisya berharap Edufun Cafe dapat kembali ramai seperti hari-hari sebelum kuliah daring diberlakukan. Keduanya juga berharap dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan ke depannya. [Najwa Kamila Faradisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda