Opini

Bai Zi Zan, Pujian Kaisar Ming untuk Nabi Muhammad Saw

Bai Zi Zan, Pujian Kaisar Ming untuk Nabi Muhammad Saw

Gufron Azis Fuadi

Bagi yang dulu sering menonton serial silat “Golok Pembunuh Naga” atau “To Liong To” (Heavenly Sword and Dragon Slaying Sabre), selain mengenal nama Zhang Wuji sebagai pemimpin sekte Ming, juga menengenal salah satu panglima perang Zhu Yuanzhang.

Ketika Zhang Wuji, setelah menggulingkan dinasti Yuan (Mongolia) lebih memilih mengejar cintanya, Puteri Zhao Min ke daratan Mongolia, maka Zhu Yuanzhang-lah yang akhirnya yang menfuasai pemerintahan setelah ditinggal oleh sinaati Yuan.

Kemudian dia mendirikan dinasti Ming dan dirinya menjadi kaisar pertama, yang lwbih dikenal sebagai kaisar Hong Wu. Ini kisah versi novelnya.

Dalam kisah nyatanya, Zhu Yuanzang adalah petani atau rakyat biasa yang memimpin pemberontakan dan berhasil. Dalam gerakan pemberontakan ini ada tujuh atau delapan jenderalnya yang berasal dari Suku Hui.

Suku Hui adalah etnis China yang hidup dijalur sutra dan banyak berasimilasi dengan para pedagang Persia dan Arab sehingga mayoritasnya beragama Islam.

Dalam sejarah China, Zhu Yuanzhang adalah satu dari dua kaisar yang berasal dari golongan rakyat jelata. Nama yang satunya lagi adalah Liu Bang atau Kaisar Han Gaozu, pendiri Dinasti Han.

Kaisar Hong Wu sendiri tetap beragama tradisional, tetapi untuk menghormati para jenderal dan pasukan muslim nya, Hong Wu menulis puisi pujian kepada Islam dan nabi Muhammad Saw dalam 100 karakter aksara kanji.

Karenanya naskah ini kemudian dikenal dengan The Hundred-Word Eulogy atau dalam  bahasa Cina disebut “Baizizan”. Bagaimana pujiannya, berikut tulisannya:

乾坤初始,天籍注名。
傳教大聖,降生西域。授受天經,三十部冊,普化眾生。億兆君師,萬聖領袖,加志窮民。拯救患難, 徹幽冥。超拔靈魂, 脱離罪業。仁覆天下, 道冠古今。降邪歸一,教名清真。穆罕默德,至貴聖人。

Terjemahannya:

“Sejak penciptaan alam semesta, Allah telah menunjuknya sebagai pemimpin keyakinan yang agung, Dari Barat ia lahir, Menerima Kitab Suci, Buku dari tiga puluh bagian (Juz), Untuk memandu semua ciptaan, Tuan dari semua Penguasa, Pemimpin di antara orang-orang yang suci, Dengan dukungan dari langit, Untuk melindungi umat-Nya, Yang mengerjakan ibadah lima waktu, Dalam diam berharap perdamaian, Hatinya terpaut ke Allah, Memberi kekuatan masyarakat miskin, Menyelamatkan mereka dari malapetaka, Membawa kegelapan menuju cahaya, Mengajak jiwa dan ruh menjauhi kesalahan, Sebuah rahmat bagi semesta alam, Meninggalkan ketertinggalan menuju keagungan, Menaklukkan segala kejahatan, Agama-Nya murni dan benar, Muhammad Sang Agung dan Mulia.

Masa pemerintahan Kaisar Hongwu (1368–1398 M). Karenanya Baizizan ditulis kiranya diantara waktu itu. Masa kekuasaan Dinasti Ming adalah tahun 1368–1644 M, masa ini sering disebut sebagai Zaman Keemasan Islam di China.

Setidaknya masyarakat Indonesia (Nusantara) sekarang mengenal sebuah nama yaitu Laksamana Cheng Ho. Salah satu laksamana muslim dari dinasti Ming. Tercatat dari total 7 kali ekspedisi laut raksasa yang dipimpinnya antara tahun 1405 hingga 1433 M, armadanya selalu singgah di Indonesia pada setiap periode pelayaran, dengan membawa 27. 000 pasukan dan 300 lebih kapal besar dan sedang.

Sampai sekarang kaligrafi Baizizan masih ditempel didinding masjid masjid di Nanjing dan lainnya di China. Jangan buru buru dikatan bid’ah. Apalagi ini bukan perkara ibadah khusus. Ini tradisi China, yang menyukai kaligrafi.

Shalu ‘ala nabi… Wallahu a’lam bi shawab. [Gufron Azis Fuadi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda