Politik

Dwita Ria Dorong Perempuan Tani Jadi Penggerak Nilai Kebangsaan dan Kemandirian Ekonomi

Dwita Ria Dorong Perempuan Tani Jadi Penggerak Nilai Kebangsaan dan Kemandirian Ekonomi

Dwita Ria Gunadi

Wartalampung.id, Gunung Sugih – Komitmen Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Dwita Ria Gunadi dalam mendorong pemberdayaan perempuan tani kembali diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Lampung Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertamina, Punggur, Lampung Tengah, Minggu Siang (9/8), tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan peran perempuan tani sebagai bagian penting dari pembangunan di tingkat masyarakat.

Bagi Dwita Ria, nilai-nilai kebangsaan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui pemberdayaan kelompok perempuan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam mendukung ketahanan pangan, perekonomian keluarga, serta kehidupan sosial di pedesaan.

“4 Pilar Kebangsaan jangan hanya berhenti pada pemahaman. Nilainya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ketika perempuan tani bekerja bersama, saling membantu, membangun usaha, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, di situ nilai Pancasila dan semangat persatuan benar-benar kita jalankan,” ujar Dwita Ria.

Ia menilai keberadaan KWT memiliki posisi strategis dalam membangun kemandirian masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan tani perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan pengetahuan, pengembangan usaha produktif, maupun penguatan kelembagaan kelompok.

Menurutnya, perempuan bukan hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga merupakan kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu menggerakkan pembangunan dari tingkat akar rumput.

“Perempuan tani memiliki potensi yang luar biasa. Mereka bukan hanya membantu keluarga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dan ketahanan pangan di lingkungannya. Karena itu, mereka harus terus didorong agar semakin mandiri, produktif, dan memiliki posisi yang kuat dalam pembangunan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Suparti, Ketua Asosiasi Kelompok Wanita Tani (Askowani) Lampung Tengah, sebagai narasumber. Suparti menyampaikan materi mengenai penerapan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan dan aktivitas kelompok wanita tani.

Ia menekankan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang selama ini telah tumbuh dalam aktivitas KWT dan perlu terus diperkuat.

Forum KWT se-Lampung Tengah menjadi salah satu wadah penting bagi perempuan tani untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan potensi pertanian, serta membangun kegiatan ekonomi produktif secara bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, Dwita Ria berharap pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan dapat semakin membumi dan menjadi kekuatan dalam membangun kelompok-kelompok perempuan tani yang solid dan mandiri.

“Ketahanan bangsa juga dibangun dari keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan berdaya, keluarga semakin kuat; ketika kelompok masyarakat kuat, maka daerah juga semakin kuat,” tegasnya.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Dwita Ria untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, serta peningkatan kapasitas kelompok tani dan masyarakat di Lampung. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda