Bandar Lampung

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Paparkan Strategi Kolaborasi Pentahelix di Universitas Teknokrat Indonesia

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Paparkan Strategi Kolaborasi Pentahelix di Universitas Teknokrat Indonesia

Antonius Muhammad Ali

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H., memaparkan arah kebijakan dan strategi pembangunan daerah berbasis kolaborasi dalam acara Leadership Education Program UTI 2026 di Universitas Teknokrat Indonesia pada Jumat (7/8/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, ia menegaskan pentingnya mengubah keterbatasan daerah menjadi peluang inovasi melalui model kerja sama terpadu.

“Tugas seorang pemimpin bukan lagi sekadar berpikir berapa anggarannya, melainkan siapa saja pihak yang bisa diajak bekerja sama untuk membangun daerah,” ujar Antonius saat menyampaikan materi kepemimpinan yang berdampak.

Dalam pemaparannya, Antonius menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesawaran menerapkan empat pendekatan strategis utama untuk mempercepat pembangunan daerah, yaitu:

  1. Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat: Mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Inpres, serta berbagai program strategis dari kementerian terkait.
  2. Membangun Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi: Melakukan sinkronisasi prioritas program pembangunan agar memperoleh dukungan penuh secara lintas pemerintahan.
  3. Mengembangkan Kemitraan dengan Dunia Usaha: Memanfaatkan dan mengarahkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk sektor yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
  4. Menggerakkan Gerakan Pentahelix: Melibatkan lima pilar utama pembangunan secara aktif, yang mencakup pemerintah, akademisi (perguruan tinggi), komunitas masyarakat, pelaku usaha, hingga media massa.

Melalui model kolaborasi pentahelix ini, Pemkab Pesawaran menargetkan peningkatan nyata pada lima sektor krusial, meliputi penyediaan infrastruktur yang lebih baik, peningkatan layanan dasar, pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan hidup, dan perwujudan masyarakat yang sejahtera.

Ia juga menegaskan pentingnya mengubah keterbatasan daerah menjadi peluang inovasi melalui model kerja sama terpadu.

“Tugas seorang pemimpin bukan lagi sekadar berpikir berapa anggarannya, melainkan siapa saja pihak yang bisa diajak bekerja sama untuk membangun daerah. Kepemimpinan itu bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang mampu membuat orang lain ikut bergerak,” ujar Antonius.

Anton menjabarkan tiga nilai utama yang menjadi fondasi kepemimpinan bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran guna mewujudkan visi “Pesawaran CAKEP” (Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, Produktif):

  1. Integritas: Membangun kepercayaan publik secara mutlak melalui kejujuran dan konsistensi tindakan.
  2. Kolaborasi: Menyadari penuh bahwa tidak ada keberhasilan pembangunan yang diraih tanpa kerja bersama.
  3. Inovasi: Menjadikan keterbatasan bukan sebagai alasan untuk berhenti, melainkan pemicu lahirnya solusi-solusi baru.

Kegiatan kuliah umum bertajuk “Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative, and Impactful Mindsets” ini turut dihadiri oleh jajaran rektorat serta civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia.

Kehadiran jajaran Pemkab Pesawaran ini sekaligus diharapkan mampu memotivasi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan untuk berpikir kritis, adaptif, dan kolaboratif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda