Unila memberikan edukasi mengenai digital well-being di SMPN 1 Bandar Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (Unila) memberikan edukasi mengenai digital well-being kepada 70 siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Edukasi Digital Well-Being untuk Meningkatkan Perilaku Konsumsi Digital yang Rasional pada Siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung” tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Bandar Lampung.
Kegiatan diikuti para siswa dengan rangkaian agenda berupa pre-test, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unila, yang juga Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan siswa dalam memanfaatkan perkembangan digital secara bijak.
“Saya yakin siswa-siswi yang bisa duduk di sini adalah pilihan, yang punya masa depan dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Keberadaan digitalisasi saat ini penting untuk dimanfaatkan secara bijak, jangan sampai mengarah pada hal negatif seperti terjebak dalam lingkaran paylater, pinjol, dan judi online,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus pemateri utama, Dr. Roslina, S.E., M.Si., membekali peserta dengan pemahaman mengenai digital well-being sebagai kemampuan menggunakan teknologi secara bijak dan mengendalikan penggunaan perangkat digital.
Dalam materi yang disampaikan, siswa diajak memahami bahwa dunia digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan belajar, bermain gim, penggunaan media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan WhatsApp, hingga belanja daring serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Dr. Roslina menjelaskan, digital well-being berkaitan dengan kondisi keseimbangan dalam penggunaan teknologi digital yang mendukung kesehatan mental, fisik, dan emosional. Karena itu, penggunaan teknologi perlu dilakukan secara aman, seimbang, sehat, dan bertanggung jawab.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai digital distraction, yaitu kondisi ketika perhatian seseorang terganggu akibat penggunaan perangkat elektronik, media sosial, Fear of Missing Out (FOMO), maupun algoritma aplikasi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada hilangnya fokus serta kesehatan mental dan fisik.
Selain penggunaan teknologi yang sehat, materi juga mengangkat persoalan perilaku konsumtif digital pada remaja. Siswa diajak mengenali faktor internal seperti pencarian jati diri, kondisi emosional, dan gaya hidup, serta faktor eksternal seperti media sosial, influencer, tekanan sosial, kemudahan pembayaran, dan rendahnya literasi keuangan.
Melalui edukasi tersebut, siswa diarahkan untuk membangun perilaku konsumsi digital yang lebih rasional, yakni membeli atau menggunakan produk, layanan, maupun konten digital berdasarkan kebutuhan dengan mempertimbangkan manfaat dan kemampuan finansial. Prinsip yang ditekankan meliputi menentukan prioritas kebutuhan, mencari informasi sebelum membeli, dan menghindari impulse buying.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dan Kesiswaan SMP Negeri 1 Bandar Lampung, Drs. M. A. Rifai, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat sesuai dengan kondisi yang dihadapi para siswa di tengah perkembangan digital saat ini.
“Saya banyak melihat manfaat kesesuaian tema edukasi digital dengan apa yang dihadapi anak-anak saat ini, supaya mereka bisa cerdas dan bijak memanfaatkan digitalisasi, salah satu contohnya penggunaan media sosial,” tuturnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta, khususnya dalam penggunaan media sosial, perangkat digital, dan aktivitas konsumsi di ruang digital.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unila berharap siswa tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar dan memperluas wawasan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengendalikan penggunaan teknologi serta mengambil keputusan konsumsi digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut sejalan dengan materi kegiatan yang mengajak pelajar menggunakan teknologi untuk kebaikan dan meningkatkan wawasan. []

Tinggalkan Komentar Anda