Wartalampung.id, Natar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sang Bumi Ruwai (Saburai) melaksanakan program bertajuk “Penerapan mesin pellet portable untuk penguatan kemandirian pakan dan manajemen usaha Ayam Elba di Desa Tanjung Sari”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui sistem BIMA.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dipimpin oleh Ir. Yunita Mauliana, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, dengan anggota tim Ir. Agus Apriyanto, S.T., M.T. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Politeknik Negeri Lampung serta Ade Sandra Dewi, S.E., M.S.Ak. dari Prodi Akuntansi Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.
Kolaborasi antarperguruan tinggi tersebut diwujudkan dalam upaya penerapan teknologi tepat guna bagi Koperasi Darul Iman di Desa Tanjung Sari, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pendampingan instalasi mesin pellet portable, hingga uji coba teknologi pada 21 Juli 2026, 24 Juli 2026 , dan 1 Agustus 2026.
Ayam Elba merupakan ayam petelur dengan varietas unggul hasil persilangan ayam kampung dan ayam ras petelur dari Jeddah, Arab Saudi, yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat, konversi pakan efisien, dan ketahanan terhadap penyakit yang relatif baik.
Koperasi Darul Iman yang didirikan pada tahun 2024 ini telah mengembangkan usaha peternakan ayam Elba dari awalnya 20 ekor hingga kini mencapai 150 ekor.
Ayam yang telah memasuki usia produktif mampu bertelur 4 hingga 5 butir per minggu, dan mitra bahkan tengah mengembangkan usaha breeding dengan menyiapkan 3 indukan pejantan dan 8 indukan betina untuk menghasilkan telur tetas berkualitas menggunakan dua unit mesin penetas otomatis berkapasitas masing-masing 100 butir.
Telur merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi, harga yang terjangkau, dan mudah diperoleh.
Tingginya konsumsi telur juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui berbagai program pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Namun, di balik tingginya permintaan konsumsi telur, terdapat permasalahan dalam menghasilkan telur yang berkualitas dalam proses pengolahannya.
Koperasi Darul Iman mempunyai permasalahan serius yang menghambat berkembangnya usaha Ayam Elba ini.
Selama ini pakan yang digunakan adalah pakan pabrikan berupa pellet merek Hi-Pro-vite produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia yang harganya cukup mahal.
Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari dengan konsumsi sekitar 15 kg per hari. Ketergantungan pada pakan pabrikan menyebabkan biaya pakan mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya operasional, sehingga margin keuntungan menjadi sangat tipis.
Padahal, ketersediaan bahan baku pakan lokal seperti dedak padi, jagung giling, dan limbah pertanian di sekitar lokasi usaha sangat berlimpah, namun belum termanfaatkan secara optimal karena ketiadaan alat dan pengetahuan formulasi pakan mandiri.
Di samping itu, mitra juga belum menerapkan pencatatan keuangan dan sistem manajemen usaha yang berbasis data, sehingga kesulitan menghitung margin keuntungan dan merumuskan strategi pemasaran yang efektif.
Melalui program ini, tim PKM Universitas Saburai memperkenalkan dan menerapkan teknologi mesin pellet portable model Pellet Machine QPM160 yang digerakkan oleh mesin diesel bertenaga 10 HP.
Mesin ini mampu memproduksi pakan dalam bentuk pellet dengan kapasitas 150 hingga 180 kg per jam, berdimensi 960 x 440 x 680 mm, dan berbobot sekitar 60 kg, sehingga mudah dipindahkan dan dioperasikan langsung di lokasi kandang.
Dengan mesin ini, mitra dapat mengolah bahan baku lokal seperti jagung giling, dedak padi, bungkil kedelai, dan limbah agroindustri lainnya menjadi pakan pellet berkualitas secara mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada seluruh anggota koperasi yang berjumlah 8 orang, dilanjutkan dengan instalasi dan uji coba mesin pellet di lokasi mitra.
Selanjutnya, tim memberikan pelatihan formulasi pakan berbasis bahan lokal untuk fase starter, grower, dan finisher ayam Elba. Pelatihan manajemen usaha juga dilaksanakan, mencakup pencatatan keuangan sederhana berbasis data dan pelatihan strategi pemasaran digital melalui e-commerce.
Penerapan mesin pellet portable ini diproyeksikan mampu menekan biaya produksi pakan hingga 30 hingga 50 persen dibandingkan dengan pembelian pakan pabrikan, sekaligus meningkatkan kemandirian mitra dalam menjamin ketersediaan pakan yang berkualitas dan konsisten.
Target capaian program ini antara lain 85 persen anggota mitra mampu mengoperasikan mesin dan mengolah bahan baku lokal menjadi pakan pellet, 80 persen mitra mampu memproduksi pakan secara mandiri, 80 persen mitra memiliki sistem pencatatan keuangan sederhana berbasis data, dan 75 persen mitra mampu melakukan pemasaran secara digital.
Dari sisi pendapatan, program ini menargetkan peningkatan minimal 15 hingga 20 persen akibat berkurangnya biaya operasional pakan.
Ketua tim PkM, Ir. Yunita Mauliana, S.T., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian peternak rakyat melalui teknologi yang tepat sasaran.
“Dengan mesin pellet portable ini, peternak tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan yang harganya terus naik dan tidak menentu. Bahan baku lokal seperti dedak padi dan jagung giling yang melimpah di sekitar desa kini dapat diolah sendiri menjadi pakan pellet berkualitas, sehingga biaya produksi dapat ditekan secara signifikan dan usaha peternakan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Koperasi Darul Iman, Yuliansyah, yang diwakili oleh Ustaz Umar Abdul Latif menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan oleh tim Universitas Saburai.
“Kami sangat terbantu dengan program ini. Selama ini kami kesulitan karena biaya pakan terus meningkat, sedangkan bahan-bahan seperti dedak dan jagung sebenarnya tersedia di sekitar kami. Dengan adanya mesin pellet ini, kami bisa membuat pakan sendiri, lebih hemat, dan kualitasnya pun bisa kami sesuaikan dengan kebutuhan ayam. Ditambah lagi, kami mendapatkan pelatihan mengenai cara mencatat keuangan dan memasarkan produk secara digital, sehingga usaha kami bisa berkembang lebih jauh,” ungkapnya.
Melalui implementasi mesin pellet portable yang dipadukan dengan penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital, diharapkan Koperasi Darul Iman dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan model usaha peternakan ayam Elba yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan melalui penerapan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. []

Tinggalkan Komentar Anda