Unila
Oleh Admi Syarif, Guru Besar Ilmu Komputer FMIPA Unila
Siang hari ini, dari lingkungan Universitas Lampung (Unila) beredar kabar bahwa Humas Unila telah merilis penetapan Muhammad Akib sebagai Ketua Panitia Pemilihan Rektor Universitas Lampung periode 2027–2031.
Penetapan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses suksesi kepemimpinan di Unila, yang akan menentukan arahnya untuk empat tahun ke depan.
zinkan saya kembali mengutip syair lagu dari Kangen Band, asal Lampung, berikut ini.
Hai pujaan hati
Apa kabarmu
Kuharap kau baik-baik saja
Pujaan hati, andai kau tahu
Kusangat mencintaimu
Tentu kita semua berharap proses pemilihan ini dapat berjalan dengan baik, transparan, dan demokratis, sehingga mampu melahirkan putra-putri terbaik yang akan memimpin Universitas Lampung menuju kemajuan yang lebih signifikan.
Kita semua berharap dan berdoa semoga sang pujaan hati tidak lagi bersedih dengan kepungan kabar buruk yang bertubi-tubi. Pujaan hati haruslah memiliki pemimpin yang bersama seluruh civitas akademika bersemangat menggawangi seluruh proses akademik.
Kabar baik yang pantas kita sampaikan bahwa hingga saat ini adalah sang pujaan hati tetap konsisten menjalankan kegiatan akademiknya dengan baik.
Berikutnya yang menjadi isu strategis saat ini adalah siapakah yang akan menjadi pucuk pimpinan, rektor, sang pujaan hati 4 tahun kedepan. Sayup-sayup kita sudah mendengar siapa-siapa saja yang berminat menjadi calon pemimpin sang pujaan hati.
Beberapa tim sukses calon bahkan informasinya sudah mengatur berbagai skenario. Lagu cinta mulai didendangkan oleh beberapa anggota senat yang katanya sudah dihubungi calon atau (calon) tim sukses.
Anggota senat sangat kita harapkan dapat menjaga amanah dan jeli agar jangan sampai terpilih pemimpin atau kelompok yang hanya ingin mengambil manfaat dari berbagai kesempatan.
Dengan amanah dari sang pujaan hati, tentu kita tak ingin mendengar kelak adanya isu-isu pilihan yang dibarter dengan jabatan atau kekuasaan.
Tentu saja harapan kita, pemimpin kedepan haruslah figur yang brilliant, innovative serta cinta yang tulus untuk sang pujaan hati.
Sejatinya, syarat-syarat administratif untuk menjadi pemimpin Univeraitas/rektor telah diatur dalam ketentuan yang berlaku. Namun lebih dari itu, izinkan kita pula menyisipka. kriteria substantif yang patut menjadi perhatian anggota senat dalam memilih pemimpin Universitas Lampung periode 2027–2031, antara lain sebagai berikut:
1. Berintegritas tinggi dan bebas dari praktik KKN.
Calon rektor harus memiliki rekam jejak yang bersih, menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas. Tidak pernah terlibat maupun terindikasi dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun tata kelola universitas yang sehat dan terpercaya.
2. Memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Universitas Lampung dan Provinsi Lampung.
Seorang pemimpin Unila diharapkan memiliki komitmen kuat untuk memajukan universitas sekaligus berkontribusi pada pembangunan daerah.
Kecintaan terhadap Lampung haruslah tercermin dari kepedulian terhadap budaya, potensi daerah, serta kemampuan menjadikan Unila sebagai motor penggerak kemajuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Memiliki visi yang jelas, realistis, dan berorientasi masa depan.
Calon rektor harus mampu merumuskan arah pengembangan Unila yang adaptif terhadap perubahan global, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Visi tersebut perlu disertai strategi yang terukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, inovasi, internasionalisasi, tata kelola universitas, serta kesejahteraan sivitas akademika.
Dengan berpegang pada ketiga prinsip tersebut—integritas, kecintaan terhadap sang pujaan hati dan bumi Lampung yang melahirkan, serta visi masa depan yang kuat—diharapkan mampu membawa sang pujaan hati menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai penutup, saya selalu menyelipkan harapan dan ikhtiar untuk—betapa kecilnya upaya itu, selalu memekikan semangat berbuat yang terbaik untuk sang pujaan hati. Kita tidak boleh bosan menyuarakan pentingnya merawat dan mengembangkan si-pujaan hati. []

Tinggalkan Komentar Anda