PKM Polinela
Wartalampung.id, Pringsewu – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan program bertajuk “Penerapan Teknologi Biogas Limbah Tahu sebagai Energi Terbarukan untuk Meningkatkan Produksi dan Nilai Tambah UMKM Mitra Tahu Gading Desa Gadingrejo”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui sistem BIMA.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dipimpin oleh Ir. Agus Apriyanto, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Politeknik Negeri Lampung, dengan anggota tim Ir. Alexander Sembiring, S.T., M.T. dari program studi yang sama serta Ade Sandra Dewi, S.E., M.S.Ak. dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.
Kolaborasi antarperguruan tinggi tersebut diwujudkan dalam upaya penerapan teknologi tepat guna bagi UMKM Mitra Tahu Gading di Desa Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pendampingan instalasi, hingga uji coba teknologi pada 12 Juni, 26 Juni, dan 3 Juli 2026.
Tahu merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi, harga yang terjangkau, dan mudah diperoleh. Tingginya konsumsi tahu juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui berbagai program pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Namun, di balik tingginya produksi tahu, terdapat permasalahan limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahannya.
Limbah cair tahu yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menghasilkan bau tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tidak hanya mampu mengatasi permasalahan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha.
Melalui program ini, tim PKM Polinela memperkenalkan dan menerapkan teknologi biogas yang memanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku energi terbarukan. Teknologi tersebut menggunakan instalasi biodigester berkapasitas 12 m³ yang dirancang untuk mengolah limbah cair hasil produksi tahu menjadi gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada pemilik dan karyawan UMKM mengenai konsep energi terbarukan, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, serta manfaat ekonomi dan lingkungan dari teknologi biogas. Selanjutnya, tim melakukan workshop dan demonstrasi alat untuk memberikan pemahaman teknis terkait proses pengoperasian dan pemeliharaan instalasi biogas.
Tahap berikutnya berupa pendampingan instalasi teknologi, pengujian sistem, serta uji coba pemanfaatan gas yang dihasilkan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa biodigester yang dipasang mampu menghasilkan biogas yang mudah dinyalakan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif dalam mendukung aktivitas produksi UMKM.
Kegiatan ini melibatkan tiga orang dosen pelaksana, tiga mahasiswa Politeknik Negeri Lampung, serta pemilik dan sekitar tujuh orang karyawan UMKM Mitra Tahu Gading. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai penerapan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Ketua tim PKM, Ir. Agus Apriyanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas merupakan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat ganda.
“Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas merupakan solusi yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pelaku UMKM untuk mendukung proses produksi secara lebih efisien,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik UMKM Mitra Tahu Gading, Pak Prio Sunarso menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim Polinela.
“Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi ini karena limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang bernilai ekonomis bagi usaha kami,” ungkapnya.
Melalui implementasi teknologi biogas ini, diharapkan UMKM Mitra Tahu Gading dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi dampak pencemaran lingkungan, serta menciptakan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal. Selain menghasilkan produk teknologi berupa instalasi biogas, kegiatan ini juga menargetkan luaran berupa publikasi artikel ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor usaha mikro dan kecil. []

Tinggalkan Komentar Anda