Politik

Semangat Egaliter Fête de la Musique (Pesta Musik) di Prancis Tahun 2026

Semangat Egaliter Fête de la Musique (Pesta Musik) di Prancis Tahun 2026

Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen S1 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Pesta musik paling ikonik di Prancis dikenal sebagai Fête de la Musique atau Hari Musik Sedunia. Tahun ini Fête de la musique kembali hadir di pada Minggu, 21 Juni 2026, dimulai dari senja hingga fajar dengan deretan acara musik gratis yang meriah.

Konsep utamanya sederhana, festival gratis, inklusif, dan terbuka bagi semua musisi, baik amatir maupun profesional, untuk merayakan datangnya musim panas.  Pesta ini mengubah seluruh sudut kota di Prancis menjadi panggung konser terbuka yang meriah, gratis, dan terbuka bagi siapa saja

Seluruh penjuru Prancis bergembira karena digelar dan dirayakan festival musik tahunan secara gratis dan terbuka di jalan-jalan kota.

Pesta ini akan diadakan di Paris dan Île-de-France. Pesta musik ini dicetuskan pada tahun 1982 oleh Kementerian Kebudayaan Prancis agar semua orang, baik musisi amatir maupun profesional, dapat turun ke jalan dan bermusik bersama tanpa memandang kelas sosial.

Bertepatan dengan hari pertama musim panas, jutaan musisi amatir dan profesional memadati jalanan, taman, dan sudut kota untuk menyajikan berbagai jenis  musik kepada publik.

Dimulai dari musik rock, rock local, band, music klasik hingga elektro, rap, reggae, jazz, blues, metal hingga orkestra dan simfoni dan berbagai jenis musik Prancis disajikan di sana.

Para musisi, amatir maupun profesional, menurunkan alat musik mereka untuk membunyikan musik yang hidup di jalanan, di bar dan restoran, di museum, pusat kebudayaan, di gedung konser dan tempat pertunjukan, bahkan di lokasi yang lebih tidak biasa.

Acara ini mengubah area publik di berbagai kota, seperti Paris, menjadi panggung konser terbuka.  di Paris dan di seluruh Île-de-France dengan agenda hari musik yang sangat meriah.

Dari perayaan besar dan populer ini, banyak konser gratis akan menggema di berbagai sudut kota . Konser-konser berlangsung di kebun Palais Royal, di Olympia, di Masjid Agung Paris, juga di Institut Swedia dan di Place de la Bastille.

Fêtede la Musique berfungsi sebagai perayaan budaya gratis untuk menyambut datangnya musim panas dan bertujuan untuk mewujudkan kebebasan berekspresi, menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, serta memberikan panggung terbuka bagi musisi amatir maupun professional. Di tahun ini akan ada 20 konser gratis yang tidak boleh terlewatkan.

Moto festival tahun ini adalah “Faites de la musique” Buatlah musik, yang merupakan pelesetan dari Fête de la Musique. Siapa saja bebas bernyanyi atau memainkan alat musik di ruang publik.

Digelar di segala tempat, dan seluruh penjuru kota yang akan berubah menjadi panggung raksasa. Konser diadakan di jalanan, alun-alun, museum, kafe, hingga di dalam gedung pertunjukan dan gereja.

Pesta musik di Prancis digratiskan agar musik bisa diakses oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial, dengan filosofi bahwa pertunjukan harus gratis, terbuka untuk umum, dan musik harus ada di mana-mana.

Acara ini terbuka bagi semua Musisi dan siapa saja. Musisi jalanan baik amatir hingga musisi profesional diizinkan tampil di ruang publik secara terbuka sebagai kebebasan berekspresi, dan gratis.

Acara ini merupakan momen kebebasan bagi semua penonton untuk menikmati semua jenis musik di Prancis dan di seluruh dunia. Festival tahunan ini telah menjadi acara budaya paling populer di Prancis sepanjang tahun.

Pesta yang selalu diadakan di awal musim panas dimaknai sebagai simbol kebebasan, kegembiraan, dan kebersamaan, yang ditandai oleh perayaan titik balik matahari (summer solstice). Musim panas menjadi hari dengan durasi siang terpanjang dalam setahun karena sinar matahari bersinar lebih lama.

Secara historis, titik balik matahari dirayakan sejak zaman kuno sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan kesuburan. Musik menjadi medium pemersatu yang meruntuhkan batasan bahasa dan perbedaan, menciptakan suasana guyub di mana seluruh kota berubah menjadi panggung terbuka raksasa.

Pesta ini memiliki aturan di mana semua pertunjukan harus gratis untuk penonton dan musisi tampil tanpa dibayar, murni untuk merayakan kecintaan pada seni dan menyambut keceriaan musim panas. []

Sumber:

  1. Odile Mergnac, Marie. 2016. Petite histoire de Nos Fetes en France. Paris: Archives Cult
  2. https://biendire.com/fr/blog/post/7-la-fete-de-la-musique.html
  3. https://www.sortiraparis.com/id/berita/festival-musik/articles/221679-fete-de-la-musique-2026-panggung-terbuka-meriah-di-alun-alun-ikonik-paris
Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda