Chika, Acha, dan Tyas. | Dokumentasi
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Sebuah kisah inspiratif datang dari dunia seni tari tradisional dan modern di Lampung.
Tiga remaja putri—Salsabilla Azyka Anora (Acha), Chika Syafiqah (Chika), dan Grahita Estiningtyas (Tyas)—membuktikan bahwa kecintaan pada seni tari tidak hanya melahirkan deretan prestasi gemilang, tetapi juga merajut ikatan persahabatan yang kokoh hingga saat ini.
Kini, Acha dan Chika telah resmi menginjak bangku kelas 1 SMA, sementara Tyas yang berusia dua tahun lebih muda siap memasuki kelas 2 SMP.
Ketiganya tumbuh dan berkembang bersama di bawah naungan Pusat Latihan Tari (PLT) Sangsaka, sebuah sanggar seni yang menjadi saksi bisu awal mula pertemuan mereka.
Perjalanan ini dimulai ketika Chika pertama kali bergabung dengan PLT Sangsaka, yang kemudian disusul oleh Acha karena ajakan sang sahabat.
Acha dan Chika sendiri sudah bersahabat sejak kelas 1 SD. Pada masa itu, mereka sama sekali belum mengenal Tyas yang merupakan anggota baru di sanggar.
Perbedaan usia dan lingkungan pertemanan sempat membuat jarak di antara mereka.
Momen titik balik terjadi pada tahun 2022 saat perayaan Hari Tari Dunia. Acha, Chika, dan Tyas terpilih masuk dalam satu kelompok besar berisi 10 orang untuk tampil di panggung.
Meski belum terlalu akrab, kedekatan geografis antara rumah Chika dan Tyas menjadi jembatan awal. Kedekatan ini pun menular kepada ibu mereka yang mulai saling akrab, hingga akhirnya mencairkan kekakuan di antara ketiga penari muda ini.
Melihat kekompakan dan bakat besar yang memancar dari ketiganya, kakak pembina di PLT Sangsaka mulai menyatukan mereka sebagai satu tim inti.
Sejak saat itu, Acha, Chika, dan Tyas menjadi langganan pengisi acara besar, mulai dari malam puncak HUT RI 17 Agustus hingga berbagai festival seni daerah.
Kombinasi bakat ketiganya terbukti mematikan di arena kompetisi. Setiap perlombaan yang mereka ikuti hampir selalu berbuah trofi kemenangan. Beberapa prestasi membanggakan yang berhasil mereka sabet di antaranya:
- Juara 3 Kompetisi Online BPK Penabur (melalui video yang direkam di area perumahan depan rumah Tyas)
- Juara Got Talent Lampung Fair Piala Gubernur 2022
- Juara 1 Lomba Dinas Kebudayaan & Pariwisata
- Juara 1 Lomba Dinas Pariwisata di Mal Boemi Kedaton (MBK)
- Juara 3 Lomba di Lampung City Mall (LCM)
Tidak hanya mahir dalam tari tradisional, trio ini juga melebarkan sayap dengan mengeksplorasi dunia dance modern secara bersama-sama.
Menembus Bioskop CGV
Salah satu memori paling berkesan dan tak terlupakan terjadi pada akhir tahun 2022. Saat itu, seorang mahasiswa Program Studi Tari Universitas Lampung (Unila) datang ke sanggar mencari penari untuk ujian kelulusan. Dari sekian banyak kandidat, Acha, Chika, dan Tyas berhasil terpilih.
Perjuangan berat pun dimulai. Meski saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), mereka harus rela membagi waktu dan meminta izin sekolah demi menjalani latihan intensif yang menguras energi.
Proses syuting video, revisi gerakan yang berulang kali, hingga kerja keras tak kenal lelah akhirnya terbayar tuntas. Karya yang mereka bawakan berhasil ditayangkan secara resmi di bioskop CGV Transmart Lampung pada Desember 2022.
“Akuk Ruttah”
Kekompakan mereka juga terdokumentasi dengan apik melalui sebuah karya video yang kini dapat disaksikan di YouTube, berjudul “Akuk Ruttah” (berarti mengambil sampah).
Dalam cuplikan video tersebut, Tyas memerankan tokoh utama sebagai seorang anak pemulung yang memiliki tekad kuat untuk sekolah.
Sementara itu, Acha dan Chika berperan sebagai dua sahabat yang dengan tulus mengajak serta membantu Tyas untuk belajar bersama.
Karya ini bukan sekadar pementasan seni, melainkan refleksi nyata dari persahabatan mereka di kehidupan sehari-hari: saling merangkul, saling mendukung, dan bertumbuh bersama lewat seni tari.
Dari anak-anak SD yang gemar berlatih di sanggar, kini mereka telah tumbuh menjadi remaja yang siap menginspirasi generasi muda lainnya di Lampung. Sukses untuk kalian bertiga ya. []

Tinggalkan Komentar Anda