Opini

Apa Itu Paralinguistik

Apa Itu Paralinguistik

Endang Ikhtiarti

Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Mungkin bagi orang yang tidak berkecimpung di bidang bahasa, kata  paralinguistik merupakan kata yang sangat asing.  Sebenarnya secara umum, paralinguistik itu merupakan jenis komunikasi yang berkaitan dengan cara bagaimana seseorang mengucap atau menyampaikan pesan.

Hal-hal yang perlu kita perhatikan di sini adalah nada suara. Bisa keras kecilnya suara, perubahan suara dari nada tinggi ke nada suara rendah, yang semua itu disebabkan oleh bunyi  ucapan yang dihasilkan oleh getaran pita suara kita.

Nada suara diukur berdasarkan frekuensi getaran per detik. Apakah paralinguistik itu penting dalam komunikasi kita sehari hari? Tentu saja paralinguistik itu penting karena paralinguistik menentukan makna sebenarnya dari ucapan kita.

Kata-kata yang kita tulis sebenarnya hanyalah berupa teks saja, sedangkan  paralinguistik lebih menyampaikan emosi, tingkat kepercayaan diri, niat, yang sangat memengaruhi cara pendengar memahami pesan. Melalui paralinguistik inilah kita dapat mengetahui bagaimana suatu pembicaraan disampaikan oleh seseorang dan sekaligus dapat menunjukkan sikap serta keadaan emosi orang tersebut.

Secara umum paralinguistik berkaitan dengan pengucapan dalam penyampaian pesan, maka ada beberapa aspek vokal yang patut diperhatikan dalam menyimak suatu pembicaraan. Misalnya, volume suara, intonasi suara dan lancar atau tidaknya seseorang dalam menyampaikan suatu informasi.

  1. Volume suara

Informasi yang disampaikan dengan volume yang lemah, bahkan dengan berbisik pasti akan sulit dimengerti, apalagi didengar. Jika ada orang yang dengan sengaja meyampaikan suatu hal dengan volume yang lemah, maka pribadi orang tersebut cenderung tertutup dan sulit terbuka dengan banyak orang.

Selain itu, berbicara dengan berbisik juga mengisyaratkan perasaan malu atau sulit mengutarakan sesuatu dengan tegas.

Dalam paralinguistik, volume suara adalah tingkat kenyaringan atau kelembutan ucapan. Aspek ini bukan tentang apa yang diucapkan, melainkan bagaimana suara tersebut disampaikan.

Variasi volume suara menjadi kunci penting karena berfungsi untuk menegaskan makna, emosi, serta menarik perhatian lawan bicara. Jika ada orang yang suka bersuara dengan volume yang berubah-ubah, suara semacam itu menunjukkan adanya keraguan, kesulitan, atau merasa kurang mampu dan kurang menguasai tema pembicaraan.

  1. Kelancaran berbicara

Jika seseorang lancar ketika berpendapat atau menyampaikan suatu informasi, berarti hal itu menunjukkan kesiapan, ketegasan, juga penguasaan materi yang sedang dibicarakan. Namun sebaliknya, jika pada saat mengutarakan pendapat, seseorang merasa gugup, gemetar, juga ragu dan cemas, itu mengisyaratkan bahwa dia tidak sedang dalam kondisi yang baik.

Hal itu mungkin disebabkan karean dia sakit atau belum menguasai materi pembicaraan yang disampaikan. Tetapi jika seseorang berbicara dengan tersendat sendat, disertai keluhan atau sering memperhatikan seseorang yang dihormati.

Hal itu menunjukkan, orang itu sedang berpihak atau tergantung dengan salah satu golongan. Di sisi lain  ada juga orang yang lebih banyak diamnya ketika berbicara  di depan kita.

Pengucapan semacam itu menunjukkan jika orang itu merasa kesulitan untuk merangkai kata kata yang tepat. Cenderung banyak berpikir, atau juga mungkin sedang enggan untuk berbicara.

Beberapa faktor penting dalam kelancaran berbicara misalnya:

1). Kecepatan berbicara (Pacing yang berfungsi mengatur jumlah kata yang diucapkan per menit. Kecepatan berbicara yang ideal sangat membantu orang lain dalam memahami pesan yang ingin kita sampaikan.

Jika kita berbicara terlalu cepat , maka pesan yang kita sampaikan sulit dicerna dan  sulit diterima oleh lawan bicara, dan biasanya  kita terkesan gugup. Namun sebaliknya jika kita berbicara terlalu lambat maka pasti akan membosankan pendengar atau lawan bicara kita.

2). Pengaturan jeda (pausing) yang mengatur pemberhentian berbicara dengan sengaja pada saat kita berbicara. Jeda sangat berguna untuk memberikan penekanan pada poin-poin penting tertentu, memberikan waktu kepada lawan bicara kita untuk berfikir, merenung dan menghindari kesan terburu-buru.

3). Pengendalian gumaman, misalnya mengganti bunyi bunyi pengisi (misalnya eh,…ee, atau hemm) dengan jeda diam (hening sejenak saja) agar dalam menampilkan pesan pembicara dapat lebih profesional, lebih percaya diri dan lebih berwibawa.

4). Vokalisasi dan irama yaitu mengalirkan atau mengeluarkan kata-kata dengan ritme yang selaras. Jika kita dapat membuat variasi irama berbicara, maka kita dapat lebih menghidupkan suasana percakapan atau bahkan dapat menyampaikan nuansa emosi tertentu misalnya antusiasme atau empati.

Paralinguistik secara umum memiliki dua aspek yang saling melengkapi yaitu pesan verbal dan pesan nonverbal. Pesan verbal dan nonverbal tersebut memiliki keterkaitan dengan cara pengucapan pesan verbal.

Paralinguistik sendiri mempunyai banyak komponen yaitu nada, kualitas suara,volume, kecepatan berbicara, dan ritme bicara. Namun nada adalah komponen yang paling sering kita temui dan kita perhatikan ketika kita berbicara dengan orang lain.

Begitu banyak orang yang berbicara menggunakan banyak nada, karena nada suara berfungsi melambangkan emosi, mempertegas makna dan membedakan intensitas  pesan. Misalnya nada tinggi, nada rendah dan nada monoton (datar). Nada tinggi sering digunakan untuk menunjukkan antusiasme, kegembiraan, keterkejutan, atau ketegangan.

Nada rendah digunakan untuk menunjukkan kesedihan, kelelahan, ketenangan atau kedewasaan. Sedangkan nada datar ( monoton) cenderung stabil tanpa variasi, dan sering diasumsikan sebagai rasa bosan, formalitas, kaku atau kurangnya ketertarikan.

Bahkan para ahli juga mengatakan bahwa nada sering digunakan untuk mengungkapkan identitas diri dan memengaruhi orang lain. Nada juga dapat meningkatkan gairah komunikasi.

Dengan nada itulah kita bisa mengetahui apakah seseorang itu senang berkomunikasi dengan kita atau tidak, atau sebaliknya malah  susah berkomunikasi, merasa takut, gugup atau bahkan merasa sedih.

Tak jarang juga orang berbicara dengan kita dengan nada datar atau monoton, ada juga yang berbicara dengan nada meyakinkan, tegas sehingga menyenangkan untuk didengarkan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda