Siti Sa’diyah
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Siti Sa’diyah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung angkatan 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Ia meraih juara III dalam kompetisi La Semaine Française yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2026.
La Semaine Française merupakan ajang berskala internasional yang mempertandingkan berbagai cabang lomba berkaitan dengan bahasa dan budaya Prancis.
Siti Sa’diyah mengikuti cabang lomba video kreatif dengan tema teknologi sebagai teman belajar bahasa asing.
Melalui video yang dibuatnya, ia ingin menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dapat menjadi pendukung dalam proses pembelajaran bahasa asing jika digunakan secara bijak dan tidak berlebihan.
Proses persiapan lomba dilakukan secara mandiri, mulai dari penyusunan konsep, penentuan isi pesan video, pengambilan gambar, hingga proses editing.
“Saya berusaha mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin dalam waktu yang cukup singkat agar hasil video tetap optimal dan pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik,” ujar Siti Sa’diyah kepada wartalampung.id hari ini.
Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah keterbatasan fasilitas, seperti memori HP dan pencahayaan yang seadanya, serta waktu produksi yang sangat singkat.
Meski demikian, ia mampu mengatasinya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal.
Dari sisi konten, Siti Sa’diyah mengandalkan penyampaian konsep yang sederhana namun tetap relevan dengan kondisi terkini, sehingga pesan dalam video mudah dipahami oleh penonton maupun juri.
“Saya mengangkat tema teknologi sebagai teman belajar bahasa asing karena topik tersebut dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini dan memiliki nilai edukatif,” katanya.
Ia juga berupaya menampilkan penyampaian yang natural agar video terasa lebih nyata, sekaligus memperhatikan alur cerita agar isi pesan tersampaikan dengan jelas dan menarik dari awal hingga akhir.
Motivasi Siti Sa’diyah mengikuti kompetisi ini tidak lepas dari dorongan dosen pembimbingnya, Setia Rini, yang mendorongnya untuk berani mengembangkan kemampuan dan mencoba hal-hal baru di bidang kreativitas digital.
Selain itu, ia saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Divisi Media dan Informasi di Ikatan Mahasiswa Bahasa Prancis (Imasapra) Unila.
“Bagi saya, kemenangan maupun pengalaman dari kompetisi ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi motivasi agar saya dapat lebih layak, kompeten, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi,” tuturnya.
Siti Sa’diyah mengaku pengalaman paling berkesan selama kompetisi adalah proses produksi yang dijalani secara mandiri dari awal hingga akhir.
Dari situ, ia belajar untuk lebih kreatif, mandiri, disiplin, dan mampu memanfaatkan segala keterbatasan secara maksimal demi menghasilkan karya yang baik.
Ia berpesan bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba kompetisi serupa.
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan merasa minder dengan keterbatasan yang dimiliki. Mulailah dari hal sederhana, manfaatkan kemampuan yang dimiliki semaksimal mungkin, dan terus belajar dari setiap proses. Karena prestasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang sempurna, tetapi juga oleh kemauan, usaha, dan keberanian untuk mencoba,” pesannya. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda