Wartalampung.id, Poncowati – Sebanyak 26 guru Bimbingan Konseling (BK) dari 14 sekolah mengikuti kegiatan MGBK di SMKN 1 Terbanggi Besar, Selasa 10/2/2026.
Agenda kegiatan yaitu Reorganisasi Pengurus MGBK dan Workshop Aplikasi Aptala BK. Hal yang diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme serta kompetensi layanan BK berbasis digital.
Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam rangka pembinaan organisasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) sekaligus penguatan kemampuan guru BK dalam memanfaatkan aplikasi Aptala sebagai media administrasi dan pelaporan layanan BK.
Acara terdiri dari laporan dan pelantikan pengurus baru periode 2026–2029 serta workshop Aplikasi Aptala BK tentang pengenalan fitur dan input data siswa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua MGBK Kabupaten Lampung Tengah, Tubagus Chandra Mourty, yang memberikan arahan sekaligus memimpin jalannya reorganisasi kepengurusan.
Berdasarkan hasil musyawarah, telah ditetapkan kepengurusan baru MGBK Kabupaten Lampung Tengah sebagai berikut: Ketua : Heri Kuswanto, S.Pd dan Wakil Ketua : M. Rizal Permana, Sekretaris : Riska Yunita, S.Pd dan Bendahara : Wida.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memajukan organisasi MGBK serta meningkatkan mutu layanan bimbingan konseling di sekolah-sekolah.
Hasil pertemuan menyepakati bahwa pemerintah akan mengaktifkan kembali MGMP melalui dukungan BGTK dan MKKS serta mendorong kolaborasi untuk menyukseskan program Transformasi Kurikulum dan Asesmen (TKA).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SMKN 1 Terbanggi Besar, Umi Tarsih, turut memberikan sambutan dan dukungan penuh.
“Saya sangat mendukung kegiatan reorganisasi dan workshop ini. Guru BK memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi siswa, sehingga perlu terus meningkatkan kompetensi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital. Semoga kegiatan ini dapat semakin memperkuat layanan BK di sekolah masing-masing,” ujar Umi.
Ketua MGBK Kabupaten Lampung Tengah, Tubagus Chandra Mourty, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi keberlangsungan organisasi.
“Reorganisasi kepengurusan merupakan langkah penting untuk keberlanjutan program MGBK. Melalui workshop Aptala, kami berharap guru BK semakin siap melakukan administrasi dan pelaporan secara digital sehingga layanan bimbingan konseling menjadi lebih terstruktur dan modern,” ungkapnya.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama pada sesi praktik penggunaan aplikasi Aptala. Diharapkan melalui kegiatan ini, layanan bimbingan konseling di sekolah-sekolah semakin profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. [Maya]

Tinggalkan Komentar Anda