Kota Metro

Mahasiswa KKN Unila Desa Rejomulyo Inisiasi Taman Edukasi SDN 2 Metro Selatan, Wujud Green School Berbasis Lingkungan

Mahasiswa KKN Unila Desa Rejomulyo Inisiasi Taman Edukasi SDN 2 Metro Selatan, Wujud Green School Berbasis Lingkungan

Peresmian taman edukasi

Wartalampung.id, Metro Selatan – Mahasiswa KKN PLP Universitas Lampung (Unila) Desa Rejomulyo melaksanakan peresmian taman edukasi di SD Negeri 2 Metro Selatan, Jumat, 13/2/2026.

Taman edukasi ini merupakan bagian dari proyek program kerja bertema Green School yang bertujuan membangun budaya sekolah peduli lingkungan sekaligus mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata di lingkungan sekolah.

Kegiatan peresmian berlangsung dengan lancar dan disaksikan oleh beberapa siswa, mahasiswa KKN PLP, serta pihak sekolah.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah yang diwakili guru pamong dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), Frida Destini.

Taman edukasi ini menjadi salah satu output utama dari program kerja Green School yang dikembangkan mahasiswa KKN PLP Unila Desa Rejomulyo.

Secara keseluruhan, program tersebut memiliki empat output utama, yaitu: (1) pembuatan taman edukasi, (2) pembuatan bank sampah mini, (3) pembuatan media pembelajaran berbasis lingkungan, serta (4) pembuatan eco brick sebagai hasil praktik pengelolaan sampah plastik yang dapat dimanfaatkan secara nyata.

Di area taman, mahasiswa KKN PLP bersama pihak sekolah menyusun ruang belajar terbuka yang memadukan unsur penghijauan dan edukasi.

Taman ini diisi dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias hingga tanaman produktif, sehingga taman dapat berfungsi sebagai ruang belajar sekaligus area yang nyaman untuk kegiatan literasi dan pembelajaran luar kelas.

Selain sebagai ruang hijau, taman edukasi ini juga menampilkan karya siswa yang dihasilkan dari program kerja berupa pelatihan atau workshop daur ulang sampah. Hasil kegiatan tersebut dipajang dalam bentuk poster-poster edukasi bertema lingkungan, sehingga taman menjadi media pembelajaran visual yang mudah dipahami oleh siswa.

Sebagai bagian dari penguatan kebiasaan peduli lingkungan, taman edukasi ini turut dilengkapi dengan bank sampah mini.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pembiasaan pemilahan sampah di lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Tidak hanya itu, taman edukasi ini juga dilengkapi dengan hasil karya eco brick buatan siswa. Eco brick tersebut dimanfaatkan menjadi tempat duduk dan meja taman, sehingga dapat digunakan langsung sebagai fasilitas penunjang kegiatan di taman.

Keberadaan eco brick menjadi contoh nyata bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi benda yang bermanfaat dan bernilai guna.

Salah satu media pembelajaran yang menarik perhatian adalah “pohon edukasi” yang dibuat dari ranting-ranting dan dihiasi kartu-kartu berbentuk buah. Di dalam kartu tersebut terdapat pengetahuan umum untuk siswa sekolah dasar, mencakup berbagai materi lintas pelajaran yang dapat digunakan sebagai sarana belajar ringan dan menyenangkan.

Selain itu, terdapat pula pajangan hasil karya siswa lainnya seperti poster bertema lingkungan, serta dokumentasi kegiatan KKN PLP yang memperkuat fungsi taman sebagai ruang belajar dan ruang apresiasi bagi kreativitas siswa.

Dalam sambutannya, Frida Destini, menyampaikan harapan agar taman edukasi ini dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh warga sekolah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya berharap taman edukasi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga sekolah, serta dijaga bersama agar tetap terawat. Semoga taman ini menjadi salah satu langkah nyata yang bermanfaat dan berkelanjutan, terutama untuk mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PLP Unila Desa Rejomulyo berharap taman edukasi dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mendukung integrasi ilmu pengetahuan dengan kepedulian lingkungan.

Ke depan, taman ini diharapkan dapat digunakan sebagai ruang belajar terbuka yang membantu siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Peresmian taman edukasi ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN PLP, sekolah, dan pihak terkait dalam mendorong penguatan program Green School.

Dengan adanya taman edukasi, bank sampah mini, media pembelajaran berbasis lingkungan, serta eco brick sebagai hasil praktik pengelolaan sampah, SDN 2 Metro Selatan diharapkan semakin siap mengembangkan budaya sekolah yang peduli lingkungan dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda