Wartalampung.id, Metro Selatan – Mahasiswa KKN PLP Universitas Lampung (Unila) Desa Rejomulyo, Metro Selatan Tahun 2026 melaksanakan program bertajuk GreenCycle School.
Ini adalah kegiatan edukatif yang memadukan sosialisasi sekolah hijau dan workshop daur ulang sampah kreatif di SD Negeri 2 Metro Selatan.
Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Proyek Green School dan Workshop Pelatihan Daur Ulang Sampah” dengan jargon “Menanam Aksi, Membiasakan Peduli, Mendaur Ulang Berarti.”
Program GreenCycle School dirancang sebagai langkah nyata untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini, sekaligus membangun budaya sekolah hijau yang dapat diteruskan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh warga sekolah, khususnya siswa kelas atas yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembukaan hingga pelatihan daur ulang.
Rangkaian acara diawali dengan pengkondisian peserta, pembukaan oleh MC, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan dari tiga pihak, yaitu Koordinator Sekolah Riko Prasetya, dosen pembimbing lapangan KKN Unila Frida Destini, dan Kepala SDN 2 Metro Selatan Ika Leli Erawati.
Ika menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program GreenCycle School yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN PLP Unila Desa Rejomulyo.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program kerja, namun memiliki nilai edukasi yang kuat bagi siswa.
“Kami berharap program GreenCycle School ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan KKN atau program kerja sementara. Namun, bisa menjadi kegiatan yang berkelanjutan, diteruskan oleh siswa-siswi SDN 2 Metro Selatan, serta menjadi budaya sekolah yang terus tumbuh,” ujarnya.
Usai pembukaan, mahasiswa KKN PLP Unila melanjutkan kegiatan dengan sesi sosialisasi konsep sekolah hijau melalui materi GreenHabits Project.
Pada sesi ini, siswa dikenalkan pada konsep sekolah hijau yang tidak hanya fokus pada kebersihan, namun juga membentuk karakter peduli lingkungan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa GreenCycle School terdiri dari beberapa output proyek yang disiapkan untuk mendukung budaya sekolah hijau, di antaranya taman hidup, bank sampah mini, eco-brick, dan media pembelajaran berbasis lingkungan.
Media yang dirancang untuk membantu guru menyampaikan materi lingkungan secara lebih menarik.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah pengenalan dan demonstrasi media pembelajaran EcoPop.
Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN memperagakan cara penggunaan media EcoPop sebagai alat bantu pembelajaran berbasis lingkungan.
Media tersebut digunakan untuk menguatkan materi lingkungan melalui pendekatan visual dan praktik sederhana, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dapat mengaplikasikannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang memperlihatkan keaktifan siswa dalam merespons materi yang diberikan.
Memasuki rangkaian inti, mahasiswa KKN PLP Unila menggelar pelatihan daur ulang sampah kreatif melalui workshop CAPVIPART, yaitu kerajinan frame/pigura poster berbentuk mozaik dari tutup botol bekas.
Workshop ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan kelas 6 SDN 2 Metro Selatan. Dalam pelatihan tersebut, siswa dibimbing untuk menyusun tutup botol menjadi pola mozaik, lalu menempelkannya hingga membentuk bingkai yang rapi dan estetik.
Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga melatih siswa dalam ketelitian dan kesabaran, kerja sama, serta membangun kesadaran bahwa sampah dapat diolah menjadi produk bernilai.
Menariknya, hasil karya CAPVIPART tidak hanya menjadi pajangan kelas, tetapi juga akan dipasang pada Taman Edukasi sekolah yang disiapkan sebagai bagian dari proyek GreenCycle School.
Melalui GreenCycle School, mahasiswa KKN PLP Unila Desa Rejomulyo tidak hanya menjalankan program kerja, namun juga berupaya meninggalkan dampak jangka panjang bagi sekolah.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sekolah untuk menjadi lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga membentuk generasi yang lebih peduli terhadap alam.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN PLP Unila Desa Rejomulyo bersama SDN 2 Metro Selatan, GreenCycle School menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan memiliki hasil nyata. []

Tinggalkan Komentar Anda