Nusantara

Unila Kembangkan GATE System, Teknologi AI untuk Deteksi dan Pemblokiran Judi Online

Unila Kembangkan GATE System, Teknologi AI untuk Deteksi dan Pemblokiran Judi Online

Tim Gate System

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Lampung mengembangkan inovasi Gambling Activity Tracing Engine (GATE) System, sebuah teknologi artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk mendeteksi, menganalisis, dan memblokir aktivitas judi online yang kian marak di Indonesia.

Tim ini berhasil meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Inovasi ini lahir dari keresahan lima mahasiswa lintas disiplin ilmu: Eka Arinda, Aulia Rafly Lubis, dan Muhammad Ghinau Tofadillah (Pendidikan Ekonomi), Belia Nabila Putri (Hukum), serta Zaka Kurnia Rahman (Teknik Informatika).

Mereka melihat bahwa penyebaran situs judi online di media sosial semakin agresif dan belum sepenuhnya teratasi oleh mekanisme pemblokiran manual.

Gagasan GATE System muncul dari percakapan santai usai mengikuti Pimnas tahun sebelumnya. Saat itu, salah satu anggota tim mendapati media sosialnya dipenuhi iklan judi online.

“Yang bikin kami makin prihatin, korbannya banyak dari kalangan remaja dan mahasiswa,” ujar Eka Arinda, salah satu perwakilan tim.

Fenomena tersebut mendorong mereka membuat sistem yang mampu memperkuat upaya pemerintah dalam memberantas judi online, sekaligus melindungi masyarakat dari paparan konten berbahaya.

Menurut Eka Arinda, sistem ini bekerja dengan metode SSR (Screen, Secure, Report): Screen memindai situs menggunakan AI, Secure mengumpulkan data URL, metadata, dan jalur transaksi, dan Report menyusun laporan formal untuk aparat hukum.

Sistem ini juga menyesuaikan dengan perubahan domain dan metode pembayaran pelaku agar tetap akurat.

Pembagian tugas dilakukan sesuai keahlian anggota tim, dari pengembangan sistem, dokumentasi, pembuatan video gagasan, hingga aspek hukum dan etika.

Tantangan utama adalah keterbatasan perangkat, yang membuat proses komputasi AI lambat, namun tim tetap mengoptimalkan sistem dengan maksimal.

Keunggulan GATE meliputi integrasi analisis AI linguistik, visual, dan SEO, efisiensi operasional dengan fitur pengecualian otomatis, serta dampak legal dan sosial yang kuat.

Tim PKM-VGK juga menargetkan kolaborasi dengan Kominfo, PPATK, dan kepolisian agar sistem dapat diterapkan secara nyata.

“Kami ingin ruang digital di Indonesia menjadi tempat yang lebih sehat, lebih aman, dan masyarakat bisa terlindungi dari dampak buruk judi online,” ujar Eka.

Dengan adanya Gate System ini, diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi keamanan digital dan kesejahteraan masyarakat yang dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. [Nathania Shakira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda