Elvira Umihanni. | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan berbagai kebijakan besar yang tengah disiapkan pemerintah demi memperkuat produksi jagung Lampung pada 2025.
Ia menjelaskan itu pada Agri Talks Diskusi Publik bertema “Menuju Lampung Lumbung Jagung Nasional” pada peringatan Dies Natalis ke-52 Fakultas Pertanian Unila, Kamis, 27 November 2025.
Ia menyebutkan, tahun ini menjadi momentum penting karena sejumlah dukungan baru telah berjalan lebih optimal.
Salah satunya adalah pemulihan distribusi pupuk setelah pada 2024 sempat terjadi penundaan.
Harga pupuk pada 2025 juga turun hingga 20%, sehingga membantu petani mengurangi biaya produksi.
Pemerintah Provinsi Lampung turut menyalurkan bantuan pupuk hayati cair di lebih dari 500 titik dan berencana melanjutkannya pada tahun berikutnya.
Dari sisi harga, pemerintah menetapkan harga acuan pembelian (HAP) jagung pipilan kering sebesar Rp5.500/kg di tingkat petani dan Rp6.400/kg di gudang Bulog.
Elvira menegaskan, di lapangan harga kadang lebih tinggi, sehingga semakin mendorong minat petani untuk menanam jagung.
Selain itu, bantuan dari Kementerian Pertanian berupa benih jagung untuk 37.000 hektare lahan telah disalurkan ke seluruh kabupaten/kota.
Lampung juga menerima dukungan alat dan mesin pertanian prapanen dan pascapanen, termasuk 34 unit bed dryer untuk meningkatkan kualitas jagung kering.
Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan adanya program migrasi singkong ke jagung yang didorong Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, serta dukungan kredit mikro dari Bank Lampung untuk membantu petani beralih komoditas.
Sejumlah investor dari luar negeri, terutama Tiongkok, juga menunjukkan minat untuk memperkuat sektor jagung di Lampung.
“Kolaborasi lintas sektor terus kami lakukan. Bahkan penanaman jagung serentak didukung TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk memperluas areal tanam di Lampung,” ujarnya. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda