Nusantara

Dari Riset hingga Air Mata Bahagia, Perjalanan Dua Peneliti Muda SMP Islam Az-Zahra di OPSI 2025

Dari Riset hingga Air Mata Bahagia, Perjalanan Dua Peneliti Muda SMP Islam Az-Zahra di OPSI 2025

Muhammad Althaf Raihan Anwar (dua kiri) dan Langit Satya Indi (dua kanan). | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Perjalanan dua siswa SMP Islam Az-Zahra, Muhammad Althaf Raihan Anwar dan Langit Satya Indi, menuju panggung final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 tidak hanya mencerminkan prestasi, tetapi juga perjuangan panjang dan pembentukan karakter.

Sejak Maret, keduanya menempuh proses penelitian yang penuh dinamika. Mulai dari penyusunan judul, eksperimen yang tidak selalu berhasil, hingga berbagai revisi laporan ilmiah.

Dalam proses itu, mereka menemukan ide yang akhirnya membawa mereka ke tingkat nasional, yaitu biosensor berbasis nanopartikel bunga telang untuk mendeteksi kesegaran daging giling.

Guru pembimbing mereka, Kharen Riz Lambarwati, menjadi saksi langsung atas perjalanan tersebut.

“Mereka bekerja keras dari awal hingga akhir. Proses mereka sudah luar biasa, apa pun hasil lombanya,” jelas Kharen saat diwawancarai hari ini.

Proses eksperimen dilakukan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di laboratorium Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Di sana, kedua siswa mengekstraksi antosianin bunga telang, membentuk nanopartikel, dan mengujinya dengan alat PSA untuk memastikan ukuran partikel memenuhi standar.

Perjuangan berlanjut hingga ke Surabaya. Tanpa teknisi, kedua siswa menyiapkan stan pameran sendiri, menyusun alat penelitian, serta berlatih presentasi hingga malam menjelang waktu penilaian.

Tantangan terbesar mereka adalah sesi wawancara enam juri yang menilai logika ilmiah, pemahaman metodologi, dan kemampuan komunikasi.

Saat pengumuman finalis, rasa haru dan bangga tidak terbendung.

Sebuah puncak dari perjalanan panjang mereka yang menggabungkan kecerdasan, keberanian, dan kerja sama tim.

“Saya bangga siswa-siswa SMP Islam Az-Zahra mampu menunjukkan kualitas peneliti sejati dengan ulet, ingin tahu, dan tidak mudah menyerah. Perjalanan mereka membuktikan bahwa prestasi bukan hasil instan, melainkan buah dari proses yang konsisten dan penuh dedikasi” tutupnya. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda