Latifah Khoirunnisa Nurjannah dan Liza Arzikni Firliansyah. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Latifah Khoirunnisa Nurjannah dan Liza Arzikni Firliansyah asal Sekolah Islam Az Zahra Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Mereka berhasil meraih medali perak dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang mendorong kreativitas dan kemampuan riset pelajar Indonesia.
Pengumuman pemenang dilakukan pada Sabtu,15 November 2025 di Universitas Surabaya, yang menjadi tuan rumah pada kegiatan OPSI Nasional tahun ini.
Dalam kompetisi ini, keduanya mengusung inovasi berjudul “Green Life Capsule”, sebuah kapsul media tanam berbahan limbah pelepah pisang cavendish.
Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk bertani di lahan yang tandus serta dengan kondisi kemarau ekstrem, sekaligus dalam mendukung program nasional menuju swasembada pangan.
Alasan pemilihan limbah pisang cavendish dalam penelitian ini dikarenakan Lampung merupakan lumbung pangan nasional serta provinsi yang dilkenal sebagai penghasil pisang terbesar nomor dua di Indonesia.
Selain itu, kebun sekolah SMP Islam Az Zahra sendiri memiliki produksi pisang cavendish yang menghasilkan limbah cukup banyak sehingga cocok dijadikan bahan penelitian.
Melalui inovasi ini, keduanya ingin menunjukkan bahwa limbah organik di sekitar dapat diolah menjadi media tanam yang efektif dan berkelanjutan.
“Green Life Capsule” dirancang untuk menjaga kelembapan lebih lama, sehingga tanaman tetap dapat tumbuh di lahan dengan ketersediaan air yang minim.
Liza mengaku tidak menyangka namanya akan diumumkan sebagai peraih medali perak. Ia bahkan meneteskan air mata haru saat pengumuman pemenang dibacakan.
“Gak nyangka bisa dapet perak, karena lawan yang lain juga karyanya keren-keren,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Latifah. Ia mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam OPSI berawal dari tekad dan keberanian untuk mencoba hal baru.
“Awalnya aku ikut OPSI ini karena nekat. Gak nyangka dan seneng banget pas tahu tim aku dapet perak,” tuturnya.
Khofiyatun Nur Putri, guru pembina, turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi dan pencapaian yang diraih Latifah dan Liza.
“Saya sangat bangga dengan kegigihan mereka,” kata dia.
Selain itu, ia juga menyebutkan rasa terimakasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam mengapresiasi proses dan pencapaian medali perak ini.
“Terima kasih kepada anak-anak, Tim Jabbal, Bunda Nina, Ustazah Umi, serta seluruh ustaz dan ustazah. Secara khusus, kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Fatimah Az Zahra atas dukungan luar biasanya,” tutupnya. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda