Setia Rini. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Setia Rini, Koordinator Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tahunan Kaprodi Bahasa dan Sastra Prancis Nasional yang dilaksanakan di Jakarta, bertepatan dengan kegiatan Conférence Internationale sur le Français (CIF) 2025, Sabtu, 10/11/2025.
Rapat tahunan tersebut menjadi wadah bagi para kaprodi untuk saling berbagi informasi mengenai perkembangan program studi baik bahasa maupun sastra Prancis di berbagai Universitas yang ada di Indonesia.
Ada 15 universitas di Indonesia yang memiliki prodi bahasa dan sastra Prancis, di antaranya Universitas Lampung, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Halu Oleo Kendari dan STBA Yapari ABA.
Berbagai topik dibahas dalam pertemuan ini, antara lain strategi peningkatan prestasi dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah, serta penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Learning (OBE).
Selain membahas pengembangan kurikulum, forum tersebut juga menyoroti tantangan peningkatan minat terhadap bahasa Prancis di lingkungan universitas.
Salah satu tantangan utama yang dibahas adalah target pencapaian sertifikasi DELF B2 bagi lulusan program studi bahasa Prancis, sebagai bentuk peningkatan kompetensi dan daya saing global mahasiswa.
Menurut Setia Rini, rapat koordinasi ini memberikan dampak positif bagi perkembangan prodi bahasa Prancis di Indonesia, termasuk Unila.
“Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi akademik antaruniversitas, baik untuk dosen maupun mahasiswa. Selain itu, hasil diskusi bersama dapat memperkuat eksistensi program studi bahasa Prancis Unila di tingkat nasional,” ujarnya.
Melalui forum ini, diharapkan setiap program studi dapat saling berbagi strategi dan inovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran serta memperluas jaringan kerja sama untuk kemajuan pendidikan bahasa Prancis di Indonesia. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda