Nusantara

Setia Rini Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Paparkan Inovasi Pembelajaran Digital Otentik di CIF 2025

Setia Rini Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Paparkan Inovasi Pembelajaran Digital Otentik di CIF 2025

Setia Rini. | Delima Kurnia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Conférence Internationale sur le Français (CIF) 2025 merupakan kegiatan tahunan Association Des Professeurs De Français D’indonésie (APFI) atau Perhimpunan Pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis seluruh Indonesia (PPPSI) yang tahun ini diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ, Sabtu, 8/11/2025.

CIF menjadi ajang seminar internasional bergengsi yang mempertemukan dosen, peneliti, dan pengajar bahasa Prancis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Samira Belyazid dari Université de Moncton, Kanada, dan Wening Udasmoro, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus dosen Departemen Bahasa Prancis, yang memaparkan materi terkait inovasi pengajaran bahasa Prancis di era global.

Selain menghadirkan pemateri utama, CIF juga diisi dengan sesi ateliers atau presentasi paralel yang terdiri dari sekitar 80 pemakalah.

Setiap pemakalah memaparkan hasil penelitian mereka sesuai bidangnya, seperti linguistik, keterampilan berbahasa, media pembelajaran, penerjemahan, hingga pariwisata.

Dalam kegiatan tersebut, Setia Rini, Ketua APFI Cabang Lampung sekaligus Kaprodi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung, turut menjadi salah satu pemakalah.

Ia mempresentasikan hasil penelitiannya yang disusun bersama 3 tim dosen Bahasa Prancis Unila, yakni Indah Nevira Trisna, Diana Rosita, dan Riza Harani Bangun dengan judul “Mise en place d’un portfolio numérique authentique pour l’enseignement de la production écrite en français” atau “Penerapan Portofolio Digital Otentik untuk Pengajaran Keterampilan Produksi Tertulis dalam Bahasa Prancis.”

Penelitian yang dipresentasikan Setia Rini berfokus pada keterampilan production écrite (menulis) dan termasuk dalam bidang pengembangan media digital.

Riset ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah ia lakukan sejak 2018. Berawal dari analisis kesalahan berbahasa Prancis mahasiswa yang kemudian mengungkap berbagai fenomena kesalahan menulis.

Dari hasil tersebut, muncul kebutuhan akan metode belajar yang lebih efektif, menarik, dan mudah dipahami mahasiswa.

“Setelah menganalisis kesalahan penulisan munculah adanya kebutuhan untuk menghadirkan media belajar yang berbeda, lebih efektif, menarik, dan autentik agar mahasiswa lebih mudah memahami proses menulis dalam bahasa Prancis,” ujarnya.

Sejak itu, Setia Rini terus mengembangkan media pembelajaran otentik yang berkolaborasi dengan alumni mahasiswa.

Tahun ini, ia bersama ke-3 dosen Pendidikan Bahasa Prancis Unila lainnya mengembangkan media tersebut dalam bentuk portofolio digital yang memuat hasil ujian mahasiswa (UTS/UAS) dalam format ebook PDF, dengan bagian evaluasi mandiri yang hasilnya dapat diakses melalui Platform Digipad.

Presentasi yang dibawakan Setia Rini berlangsung selama 10 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama audiens.

Melalui forum ini, ia turut berkontribusi dalam memperkenalkan inovasi pembelajaran bahasa Prancis berbasis digital yang dapat meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa secara lebih autentik dan bermakna. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda