Pengabdian dosen Itera di SMPN 3 Jati Agung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Jatiagung – Program literasi keuangan “Smart Money for Smart Students: Pelatihan Menabung dan Mengelola Uang Jajan untuk Merdeka Finansial” yang diinisiasi oleh Tim Dosen Program Studi Matematika Institut Teknologi Sumatera (Itera) sukses dilaksanakan dua kali di SMPN 3 Jati Agung.
Kunjungan pertama berlangsung pada Rabu, 24 September 2025, dan kunjungan kedua dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025.
Ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema penguatan kelompok keilmuan yang diberikan oleh LPPM kepada Kelompok Keilmuan Matematika Industri dan Keuangan dari Program Studi Matematika Itera.
Program ini dirancang untuk membantu siswa memahami pentingnya perencanaan penggunaan uang jajan, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran mingguan, hingga membiasakan menabung melalui media sederhana seperti logbook keuangan harian dan celengan tematik.
Seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan aktif melalui pemaparan materi, permainan edukasi, simulasi perencanaan pengeluaran, dan pencatatan transaksi harian.
Ketua Tim Pengabdian, Werry Febrianti, menyampaikan bahwa literasi keuangan perlu dikenalkan sejak usia sekolah menengah pertama agar siswa terbiasa berpikir terencana.
“Ketika mereka belajar memilah kebutuhan dan keinginan, lalu membiasakan mencatat pengeluaran, di situ proses pembentukan karakter finansial yang sehat mulai terbentuk,” ujarnya.
Kunjungan kedua difokuskan pada evaluasi tantangan “Menabung 30 Hari”. Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran dalam pengelolaan keuangan, terlihat dari hasil post-test yang meningkat dibandingkan pre-test, serta saldo tabungan yang telah terkumpul di celengan masing-masing.
Selain pelatihan langsung, tim PkM Prodi Matematika Itera juga telah menyusun dan menyerahkan modul pembelajaran literasi keuangan, logbook keuangan siswa, serta materi edukasi lanjutan kepada pihak sekolah sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan oleh guru sebagai bagian dari pembiasaan karakter di sekolah.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada intervensi jangka pendek, tetapi dirancang berkelanjutan dan dapat direplikasi. []

Tinggalkan Komentar Anda