Gino Vanollie. | Nathania Shakira
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Lampung Gino Vanollie menilai, investasi terbesar itu adalah kesehatan. Maka itu, ia menyarankan semua warga untuk semakin sadar akan kesehatan, menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan berolahraga rutin.
Demikian dikemukan Gino kepada wartalampung.id hari ini di sela kegiatan donor darah bertajuk DPD Peduli Donor Darah di Kantor DPD RI Provinsi Lampung, Jumat (3/10/2025).
Gino Vanollie menegaskan pentingnya aksi donor darah ini.
“Setetes darah yang disumbangkan itu sangat berarti bagi kemanusiaan dan warga masyarakat kota,” ujarnya.
Menurut Gino, antusiasme masyarakat sangat tinggi.
“Saya melihat kesadaran masyarakat untuk berbagi, terutama donor darah, sangat luar biasa. Dari 38 provinsi, tercatat kurang lebih antara 2.000 sampai hampir 3.000 pendonor,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuktikan budaya gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia masih sangat kuat.
Selain donor darah, DPD RI Provinsi Lampung juga rutin mengadakan kegiatan olahraga seperti jalan sehat dan senam bersama setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia sehat.
Gino Vanollie menyampaikan harapannya agar momentum HUT ke-21 DPD RI menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT DPD RI ke-21 yang dilaksanakan secara serentak di 38 kantor perwakilan DPD RI seluruh Indonesia.
Pelaksanaan donor darah ini dimulai pada pukul 07.30 WIB, diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh anggota DPD RI Provinsi Lampung, yakni Abdul Hakim (B-31), Bustami Zainudin (B-32), dan Ahmad Bastian (B-30).
Sementara itu, Almira Nabila Fauzi (B-29) berhalangan hadir, namun tetap mengirimkan relawannya sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan ini.
Ini merupakan lanjutan, setelah sebelumnya pembukaan kegiatan Peduli Donor Darah telah dilaksanakan di Kantor Sekretariat Jenderal DPD RI, Senayan, Jakarta, pada 1 Oktober 2025 lalu.
Di Lampung, DPD RI bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung serta didukung oleh mitra kelembagaan dan para senator.
Tercatat sekitar 90 orang mendaftar untuk mengikuti donor darah, namun jumlah peserta dibatasi hanya 50–75 orang.
Tidak semua pendaftar lolos verifikasi. kurang istirahat, jarak waktu donor yang terlalu dekat, atau baru sembuh dari sakit menjadi faktor terbanyak dalam gagalnya kualifikasi pendonor.
Peserta donor ini berasal dari berbagai elemen masyarakat. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda